Fisioterapis Iga Swiatek Buka Suara Terkait Perpisahan Dengan Wim Fissette
Iga Swiatek [image: getty images]
Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Polandia, Iga Swiatek telah memiliki Maciej Ryszczuk sebagai fisioterapisnya selama hampir enam musim terakhir.
Mantan petenis peringkat 1 dunia telah memenangkan enam gelar Grand Slam bersama Ryszczuk, tetapi performa sang petenis belakangan ini kurang memuaskan.
Hal tersebut mencapai puncaknya di Miami Open musim 2026, di mana petenis peringkat 3 dunia kalah dari rekan senegaranya, Magda Linette dalam satu-satunya pertandingan yang dilakoninya di turnamen WTA level 1000 tersebut.
Setelah kekalahan tersebut, petenis berusia 24 tahun mengumumkan bahwa ia akan berpisah dengan pelatihnya, Wim Fissette dan kini Ryszczuk telah memberikan pandangannya tentang situasi tersebut.
Dalam pernyataannya saat berpisah dari Fissette, petenis berkebangsaan Polandia menegaskan bahwa ia akan mempertahankan semua anggota timnya yang tersisa, termasuk fisioterapis Ryszczuk.
Ryszczuk kini memberikan reaksinya terhadap perpisahan tersebut dalam sebuah wawancara dengan media berita Polandia, Fakt, di mana ia menyatakan bahwa hal terpenting adalah Swiatek merasa nyaman, baik di atas maupun di luar lapangan.
“Hal terpenting adalah Iga merasa nyaman. Itu adalah keputusannya,” ungkap Ryszczuk. “Tentu saja, ia bisa meminta pendapat kami, tetapi tugas kami adalah mendukungnya, terlepas dari keputusan yang ia buat. Sangat penting bahwa ia merasa nyaman di atas dan di luar lapangan. Itulah peran kami.”
Ryszczuk kemudian ditanya apakah ia dan anggota tim lainnya dimintai pendapat oleh petenis peringkat 3 dunia mengenai keputusan seperti itu dan ia mengisyaratkan bahwa mereka memang memberikan beberapa masukan.
“Iga selalu memberikan sentuhan akhir pada proyek dan membuat keputusan akhir,” jawab Ryszczuk. “Namun, dalam kebanyakan kasus, begitu ia memutuskan sesuatu, ia berkonsultasi dengan tim tentang langkah selanjutnya. Ia tidak pernah merencanakan semuanya dari A sampai Z sendirian.”
“Bahkan jika ia sudah memiliki rencana, ia meminta pendapat kami untuk melihat apakah kami setuju. Jika kami tidak setuju, kami hanya mendiskusikannya lebih lanjut. Semua orang terlibat dalam prosesnya, tetapi keputusan akhir selalu ada di tangannya.”
Swiatek terlihat sangat frustrasi terhadap timnya dalam pertandingan-pertandingan terakhir, dengan beberapa orang mengklaim bahwa ia kesal dengan banyaknya campur tangan timnya di pinggir lapangan.
Namun, Ryszczuk menepis klaim tersebut dan malah menyatakan bahwa Swiatek sebenarnya membutuhkan lebih banyak bimbingan dari beberapa anggota timnya di saat-saat sulit.
“Memang mudah berkomentar dari pinggir lapangan,” tutur Ryszczuk. “Akhir-akhir ini, Iga sebagian sudah memperkirakan hal itu. Ia akan meminta tips dan saran pada momen-momen tertentu dalam pertandingan. Ia akan mengatakan kepada semua orang apa yang ingin ia dengar dan dalam situasi apa, jadi itu berdasarkan kebutuhannya.”
“Saya tidak ingin menghakimi siapa pun, tetapi pada momen-momen yang lebih sulit, yang ia sendiri gambarkan, ia membutuhkan lebih banyak dukungan dan bimbingan. Jika ia tidak selalu menerimanya, ia akan meminta anggota tim lain untuk ikut memberikan masukan dan kontribusi.”
Turnamen Swiatek selanjutnya adalah turnamen clay-court dalam ruangan, Stuttgart Open dan Ryszczuk telah mengungkapkan bahwa ia berencana untuk memiliki pelatih baru pada saat itu.
“Itulah rencananya. Iga ingin bekerja sama dengan pelatih baru sesegera mungkin, idealnya di turnamen berikutnya. Apakah itu akan terjadi, masih sulit untuk dipastikan. Kita lihat saja bagaimana perkembangan beberapa hari ke depan,” tukas Ryszczuk.
Artikel Tag: miami open, Magda Linette, Iga Swiatek