Kanal

Kerja Keras Elina Svitolina Berbuah Manis Di Roma

Penulis: Dian Megane
14 Mei 2026, 07:35 WIB

Elina Svitolina [image: Sporty TV]

Berita Tenis: Elina Svitolina harus menghadapi 20 peluang break point melawan Elena Rybakina sebelum akhirnya mengamankan satu tiket menuju semifinal Italian Open musim 2026 di Roma.

Daya juang petenis berkebangsaan Ukraina terlihat setelah ia bangkit dari ketertinggalan sebelum mengklaim kemenangan 2-6, 6-4, 6-4 atas petenis unggulan kedua, Rybakina di perempatfinal Italian Open yang berlangsung selama 1 jam 23 menit. Ia kini melenggang ke semifinal di Roma untuk kali pertama setelah delapan musim.

“Setelah melahirkan buah hati kami yang cantik, Skai, benar-benar istimewa bagi saya untuk mendapatkan momen-momen seperti ini di lapangan,” seru Svitolina yang menjadi juara di Roma pada musim 2017 dan 2018.

“Kembali ke peringkat 10 besar, melakoni pertandingan penting, memenangkannya, itu memberikan saya perasaan yang mengagumkan dan sangat berharga untuk terus melangkah serta mengincar lebih banyak hal.”

Berkat kemenangan tersebut, head to head kedua petenis menjadi imbang dengan 4-4 dan mengantarkan petenis unggulan ketujuh untuk berhadapan dengan petenis yang telah tiga kali menjuarai Italian Open, Iga Swiatek di semifinal.

Pertemuan tersebut akan menjadi pertemuan keenam mereka dengan petenis berkebangsaan Polandia, Swiatek unggul 4-2 dalam head to head mereka, tetapi petenis berkebangsaan Ukraina memenangkan pertemuan terakhir mereka di Indian Wells musim ini.

Sebelum membukukan satu tempat di semifinal, petenis unggulan ketujuh harus bertahan menghadapi serangkaian peluang break point yang juara Australian Open musim 2026, Rybakina ciptakan. Dengan susah payah, ia berhasil mengamankan 16 dari 20 peluang break point yang ia hadapi, sementara ia sendiri mengkonversi empat dari 13 peluang break point yang ia ciptakan.

Memasuki set ketiga, petenis berkebangsaan Ukraina tidak menyelamatkan satu pun peluang break point di set ketiga setelah Rybakina memanfaatkan kedua peluangnya, tetapi itu tidak masalah karena petenis berkebangsaan Ukraina mengendalikan reli dan yang lebih penting, papan skor.

Setelah Rybakina membuka set dengan sebuah ace, petenis unggulan ketujuh memenangkan tiga poin berturut-turut untuk mendapatkan double break point.  Petenis unggulan kedua menyelamatkan kedua peluang yang memicu teriakan frustrasi dari petenis unggulan ketujuh yang kemudian berbalik dan memanfaatkan peluang ketiganya untuk mematahkan servis petenis unggulan kedua sebelum unggul dengan 1-0.

Dua game kemudian, kesalahan petenis unggulan kedua lainnya memberi Svitolina keunggulan double break. Bahkan setelah petenis unggulan kedua mematahkan servis petenis unggulan ketujuh dalam dua service game berturut-turut, petenis unggulan ketujuh tidak pernah goyah.

Saat melakukan servis pada kedudukan 5-4, petenis berusia 31 tahun menutup pertandingan dengan servis kuat yang tidak dapat ditangani Rybakina.

Setelah lolos ke semifinal di Dubai dan Indian Wells awal musim ini, Svitolina kini melenggang ke tiga semifinal turnamen WTA level 1000 dalam satu musim untuk kali kedua dalam kariernya setelah musim 2017. Dengan 15 kali maju ke semifinal turnamen WTA level 1000, ia menyamai pencapaian Karolina Pliskova dan Cori Gauff di antara petenis putri yang aktif. Hanya Swiatek (22) dan Aryna Sabalenka (21) yang lebih banyak maju ke semifinal turnamen WTA level 1000 sampai saat ini.

Artikel Tag: Elina svitolina, Italian Open, Iga Swiatek, Elena Rybakina

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru