Sugar Ray Leonard Menyesal Tak Pensiun Usai Duel Sengit Lawan Thomas Hearns
Sugar Ray Leonard vs Thomas Hearns
Berita Tinju - Sugar Ray Leonard merupakan salah satu petinju terbesar dari generasi emas tinju Amerika Serikat. Bersama Roberto Duran, Thomas Hearns, dan Marvin Hagler, ia menjadi bagian dari Four Kings yang mendominasi persaingan tinju kelas welter hingga menengah pada era 1980 an.
Leonard meraih kemenangan penting atas ketiganya. Ia mengalahkan Duran dalam duel kedua setelah sebelumnya kalah dalam pertemuan pertama. Leonard kemudian menghentikan Hearns pada ronde ke 14 dalam pertarungan pertama mereka pada 1981.
Duel tersebut menjadi salah satu kemenangan paling berkesan dalam karier Leonard. Namun, pertemuan kedua dengan Hearns delapan tahun kemudian justru menjadi pertarungan yang membuatnya mempertanyakan keputusan untuk terus bertinju.
Pada 12 Juni 1989 di Las Vegas, Leonard menghadapi Hearns dalam pertarungan perebutan gelar kelas menengah super WBC. Berbeda dari pertemuan pertama, Leonard sudah melewati masa puncaknya. Hearns mampu menjatuhkannya dua kali, pada ronde ketiga dan ronde ke 11.
Pertarungan akhirnya berakhir dengan hasil imbang melalui keputusan terbelah. Satu juri memberikan kemenangan 113, 112 untuk Leonard, sementara dua juri lainnya memberikan skor 112, 112 dan 113, 112 untuk Hearns. Hasil tersebut sempat mendapat sorakan negatif dari penonton karena banyak pihak menilai Hearns layak memenangkan pertandingan.
Leonard sendiri kemudian mengakui bahwa Hearns seharusnya mendapatkan kemenangan. Dalam wawancara dengan Sky Sports, ia mengenang bagaimana dirinya mendapat tekanan luar biasa dari lawannya.
“Tommy (Hearns) seharusnya memenangkan keputusan. Semua orang mengatakan Tommy sudah menurun, bahkan tim saya sendiri berkata, ‘Satu pukulan lagi dan dia selesai’.”
“Saya sudah mengatakan kepada diri sendiri bahwa ketika Tommy menghadapi saya, dia akan tampil berbeda. Dan itulah yang terjadi. Dia bangkit dan berkali kali berhasil membuat saya kesulitan.”
Leonard bahkan mengaku pertarungan tersebut menjadi titik ketika ia seharusnya meninggalkan ring.
“Saya tahu seharusnya pensiun setelah pertarungan melawan Hearns, bahkan mungkin setelah menghadapi Hagler. Tommy adalah orang yang sangat baik, tetapi ketika berada di dalam ring, dia adalah seorang pembunuh.”
Sebelum menghadapi Hearns untuk kedua kalinya, Leonard juga menjalani pertarungan kontroversial melawan Marvin Hagler pada 1987. Leonard menang melalui keputusan terbelah dalam duel 12 ronde tersebut, hasil yang hingga kini masih diperdebatkan.
Leonard akhirnya benar benar mengakhiri karier pada 1997 setelah sempat kembali bertanding. Ia menelan kekalahan dari Terry Norris pada 1991, kemudian kembali ke ring setelah enam tahun dan dihentikan Hector Camacho pada ronde kelima.
Bagi Sugar Ray Leonard, duel kedua melawan Hearns tetap menjadi salah satu pengingat terbesar bahwa dirinya seharusnya sudah meninggalkan dunia tinju lebih awal.
Artikel Tag: kelas welter, thomas hearns, Kelas Menengah Super, Sugar Ray Leonard