Shai Gilgeous-Alexander Komit Bela Timnas Kanada Hingga Olimpiade 2028
Bintang Oklahoma City Thunder sekaligus dua kali MVP NBA, Shai Gilgeous-Alexander, dipastikan menjadi bagian dari tim Kanada untuk siklus Piala Dunia 2027 dan Olimpiade 2028. (Foto: AP)
Tim nasional basket putra Kanada resmi mengumumkan daftar awal pemain yang akan menjadi bagian dari program jangka panjang menuju Piala Dunia FIBA 2027 dan Olimpiade 2028 di Los Angeles.
Daftar tersebut dipimpin oleh bintang Oklahoma City Thunder sekaligus dua kali MVP NBA, Shai Gilgeous-Alexander.
Pengumuman tersebut disampaikan pada Senin (1/6) waktu setempat.
Kanada menyiapkan skuad inti yang akan mengikuti rangkaian kualifikasi Piala Dunia FIBA yang dimulai bulan depan, sekaligus membangun fondasi tim untuk menghadapi Olimpiade 2028.
Dalam daftar pemain yang diumumkan, Gilgeous-Alexander akan didampingi sejumlah nama berpengalaman dari NBA.
Di antaranya adalah rekan setimnya di Thunder, Luguentz Dort, kemudian RJ Barrett dari Toronto Raptors, Dillon Brooks dari Phoenix Suns, Bennedict Mathurin dari Los Angeles Clippers, serta Nickeil Alexander-Walker dari Atlanta Hawks.
Namun, pengumuman tersebut juga menghadirkan kejutan dengan absennya dua pemain ternama, yakni bintang Denver Nuggets Jamal Murray dan forward Miami Heat Andrew Wiggins.
Keduanya dipastikan tidak akan menjadi bagian dari tim Kanada untuk siklus Piala Dunia 2027 dan Olimpiade 2028.
Keputusan itu berkaitan dengan kebijakan baru yang diterapkan pelatih kepala Gordie Herbert dan manajer umum Rowan Barrett.
Berdasarkan aturan tersebut, hanya pemain yang bersedia memberikan komitmen penuh selama tiga tahun menuju dua turnamen utama tersebut yang akan dipertahankan dalam program tim nasional.
Herbert menegaskan bahwa pemain yang tidak bergabung dan berkomitmen sejak musim panas ini tidak akan dipertimbangkan untuk masuk skuad pada Piala Dunia 2027 maupun Olimpiade 2028 mendatang.
“Jika para pemain tidak berkomitmen musim panas ini, maka mereka tidak akan masuk,” kata Herbert.
Pelatih yang baru menjalani tahun pertamanya bersama tim nasional Kanada itu menilai kesuksesan internasional tidak hanya bergantung pada kualitas individu pemain.
Menurutnya, faktor komitmen dan kesinambungan program memiliki peran yang sama pentingnya.
“Di masa lalu, kami sering berpikir bahwa yang terpenting adalah menghadirkan pemain terbaik. Itu tidak cukup. Anda membutuhkan kelompok pemain terbaik yang bersedia datang, berkomitmen kepada program, dan berkomitmen terhadap jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Herbert menambahkan bahwa definisi komitmen baginya adalah pemain yang fokus pada apa yang dapat ia berikan kepada tim, bukan sekadar apa yang bisa diperoleh dari program tersebut.
Kanada datang ke siklus baru ini dengan ambisi besar setelah menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Tim tersebut berhasil meraih medali perunggu pada Piala Dunia FIBA 2023, yang menjadi salah satu pencapaian terbaik dalam sejarah basket Kanada.
Meski demikian, mereka gagal melanjutkan momentum tersebut pada Olimpiade Paris 2024 setelah tersingkir di babak perempat final oleh Prancis dan gagal meraih medali.
Rangkaian kualifikasi Piala Dunia FIBA 2027 akan dimulai pada Juli mendatang.
Kanada dijadwalkan menghadapi Puerto Riko dan Jamaika dalam pertandingan yang digelar di Ontario, sebelum kembali bermain pada laga kualifikasi berikutnya di Quebec City pada 31 Agustus.
Dengan Gilgeous-Alexander sebagai wajah utama program dan kebijakan baru yang menekankan loyalitas jangka panjang, Kanada berharap dapat membangun tim yang lebih solid untuk bersaing di level dunia dalam beberapa tahun ke depan.
Artikel Tag: olimpiade, piala dunia fiba, Shai Gilgeous-Alexander