Kanal

Mantan Olympian David Hearn Jalani Sidang Kasus Kerusakan Monumen AS

Penulis: Hanif Rusli
10 Jul 2026, 21:08 WIB

David Hearn, yang pernah tampil di tiga Olimpiade musim panas, menyampaikan pembelaannya melalui salah satu kuasa hukumnya dalam persidangan awal. (Foto: AP)

Mantan atlet kano Olimpiade Amerika Serikat David Hearn menyatakan tidak bersalah atas dakwaan sengaja merusak Lincoln Memorial Reflecting Pool yang baru direnovasi.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sidang perdana di Pengadilan Tinggi Washington D.C., Kamis (9/7).

David Hearn, yang pernah tampil di tiga Olimpiade musim panas, menyampaikan pembelaannya melalui salah satu kuasa hukumnya dalam persidangan awal.

Pria berusia 67 tahun asal Bethesda, Maryland, itu didakwa dengan satu tuduhan kejahatan terkait perusakan properti.

Kasus ini menjadi sorotan karena berkaitan dengan proyek renovasi besar-besaran Reflecting Pool yang digagas menjelang perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.

Proyek senilai jutaan dolar tersebut sebelumnya menghadapi sejumlah masalah, termasuk kerusakan pada lapisan pelindung baru kolam.

Presiden Donald Trump sebelumnya menuding kerusakan pada kolam tersebut disebabkan oleh tindakan vandalisme, meski tidak memberikan bukti pendukung.

Hearn kemudian menjadi terdakwa setelah dituduh menyebabkan kerugian lebih dari 1.000 dolar AS.

David Hearn mengatakan dirinya hanya menyentuh bagian lapisan kolam yang terkelupas untuk memeriksa kondisi material tersebut.

Ia mengaku melepaskan potongan lapisan tersebut setelah diminta oleh petugas taman.

Kuasa hukum Hearn, Norm Eisen, mengecam proses hukum terhadap kliennya dan menyebut kasus tersebut sebagai penggunaan kekuasaan jaksa yang berlebihan.

"Setiap warga Amerika seharusnya khawatir dengan penuntutan ini. Menyentuh Reflecting Pool bukanlah sebuah kejahatan," kata Eisen setelah persidangan.

Sementara itu, Jaksa AS untuk Distrik Columbia Jeanine Pirro menyatakan bahwa tindakan merusak monumen nasional dan ruang publik merupakan pelanggaran terhadap sejarah bersama.

"Hukum berlaku sama untuk semua orang, dan ketika hukum dilanggar, akan ada konsekuensinya," ujar Pirro dalam pernyataannya.

Hakim Pengadilan Tinggi D.C. Carmen McLean tidak memberlakukan pengawasan khusus terhadap Hearn selama menunggu persidangan. Sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 5 Agustus.

Jaksa Kevin Reddington mengatakan pihak pemerintah tidak meminta pengawasan pengadilan, tetapi hanya menginginkan perintah agar Hearn menjauh dari lokasi tertentu. Namun, lokasi tersebut tidak dijelaskan dalam persidangan.

Pengacara David Hearn lainnya, Mary Dohrmann, meminta hakim tidak memberikan pembatasan tambahan dengan alasan kliennya merupakan warga yang memiliki reputasi baik di komunitas.

"Bukti dari pemerintah sangat lemah," kata Dohrmann.

Puluhan pendukung Hearn hadir di luar gedung pengadilan sambil membawa poster dukungan dan meneriakkan namanya ketika ia meninggalkan persidangan.

Hearn tidak memberikan komentar kepada media, tetapi tersenyum kepada pendukungnya dan mengepalkan tangan sebagai bentuk apresiasi.

Sebelumnya, Hearn mengatakan kepada Associated Press bahwa dirinya ditahan oleh anggota Garda Nasional dan Polisi Taman AS selama sekitar lima jam setelah berhenti di Reflecting Pool pada 19 Juni saat melakukan perjalanan sepeda sejauh 64 mil atau sekitar 103 kilometer.

Hearn menegaskan dirinya hanya memeriksa lapisan kolam yang mengelupas dan mengikuti instruksi petugas ketika diminta melepaskan bagian tersebut.

Namun, jaksa menilai tindakannya menyebabkan kerusakan pada lapisan pelindung yang baru dipasang.

Kuasa hukum Hearn menyebut dakwaan tersebut dibangun berdasarkan "narasi yang dibuat-buat" dan menilai kasus itu merupakan upaya untuk mengalihkan perhatian dari masalah dalam proyek renovasi kolam.

Artikel Tag: olimpiade, donald trump, David Hearn

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru