Ruben Amorim Picu Konflik Internal di Manchester United
Ruben Amorim Picu Konflik Internal di Manchester United - sumber: (manchestereveningnews)
Berita Manchester United kini tengah dilanda krisis setelah Ruben Amorim meragukan masa depannya sendiri dan melancarkan serangan terhadap pimpinan klub setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United di Elland Road. Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Amorim awalnya membahas performa Benjamin Sesko dan peningkatan permainan tim. Namun, dalam waktu kurang dari 90 detik, ia menciptakan gejolak besar di Manchester United.
Pertanyaan yang muncul sekarang adalah, kemana langkah Amorim selanjutnya? Ia menegaskan tidak akan mundur meski hanya meraih tiga kemenangan sejak Oktober. Komentar Amorim seolah-olah menantang klub untuk mendukungnya atau memecatnya. Ketegangan semakin memuncak ketika ia menyebutkan direktur perekrutan Christopher Vivell dan direktur sepak bola Jason Wilcox sebagai pihak yang harus bertanggung jawab.
Desas-desus tentang perpecahan di antara pimpinan klub telah beredar selama beberapa minggu, dan kini Amorim mengungkapkan semuanya. Ia mengkritik media yang menerima "informasi selektif tentang segala hal," merujuk pada laporan Daily Mail yang mengungkap kekhawatiran Vivell dan Wilcox terhadap gaya bermain serta sistem tiga bek yang diterapkan Amorim.
Amorim sempat mencoba formasi empat bek pada Desember, namun segera ditinggalkan. Wilcox mengkhawatirkan prediktabilitas dalam taktik Amorim, yang dinilai mudah diantisipasi oleh lawan. Rencana transfer yang diusulkan Amorim juga mendapat hambatan setelah klub memutuskan tidak ada dana untuk belanja pemain di bulan Januari.
Dalam beberapa minggu terakhir, Amorim sering kali mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap kebijakan transfer klub. Sebelum pertandingan melawan Wolves, ia sempat menyinggung perbedaan pandangan dengan direksi terkait rekrutmen pemain. Ia menegaskan pentingnya mencapai kesepakatan bersama dalam setiap keputusan yang diambil.
Amorim menekankan keinginannya untuk dianggap sebagai manajer, bukan sekadar pelatih, seperti halnya Thomas Tuchel, Antonio Conte, dan Jose Mourinho. Ia menegaskan akan menjalani perannya selama 18 bulan ke depan atau hingga klub memutuskan sebaliknya. Namun, dengan situasi saat ini, kecil kemungkinan ia dapat bertahan selama itu.
Kondisi ini menempatkan Sir Jim Ratcliffe dalam posisi sulit. Meski ia mengagumi pendekatan langsung Amorim, keputusan besar harus diambil terkait masa depan manajer asal Portugal tersebut. Apakah Ratcliffe akan memberi Amorim kesempatan untuk terus memimpin, atau mengakhiri drama ini lebih cepat? Keputusan tersebut tampaknya akan segera diambil, tergantung hasil pertandingan mendatang.