☰
Kanal
✕

Radivoje Kalajdzic Siap Hadapi Para Petinju Teratas di Kelas Berat Ringan

Penulis: Hanif Rusli
13 Okt 2026, 20:16 WIB

Saat menghadapi Richards, Radivoje Kalajdzic (kiri) tampil dengan kepercayaan diri yang lebih baik dibandingkan ketika melawan Gvozdyk. (Foto: Fight TV)

Radivoje Kalajdzic ingin segera kembali bertarung melawan petinju-petinju elite kelas berat ringan setelah mengalahkan Craig Richards melalui keputusan angka mutlak dalam duel 10 ronde di Copper Box Arena, London, pada 26 September.

Petinju asal Serbia berusia 35 tahun itu menang dengan skor identik 97-92 dari ketiga juri.

Kalajdzic juga menjatuhkan Richards pada detik-detik terakhir pertarungan, menegaskan dominasinya setelah tampil meyakinkan sepanjang laga.

Usai kemenangan tersebut, Radivoje Kalajdzic berharap dapat menjaga momentum dengan kembali naik ring dalam waktu dekat. Ia tidak ingin menjalani jeda panjang seperti yang dialaminya sebelum menghadapi Oleksandr Gvozdyk.

“Saya ingin menghadapi petinju papan atas lainnya. Saya hanya ingin tetap aktif dan terus bertarung melawan petinju-petinju terbaik. Saya tidak ingin ada jeda panjang di antara pertarungan. Itulah yang mengganggu persiapan saya untuk menghadapi Gvozdyk. Mudah-mudahan saya bisa bertarung pada Januari atau Februari,” kata Kalajdzic kepada The Ring.

Untuk lawan berikutnya, Kalajdzic mengincar pemenang duel Joshua Buatsi melawan Willy Hutchinson.

Keduanya dijadwalkan memperebutkan gelar interim WBC kelas berat ringan pada 7 November di Co-op Live, Manchester. Pertarungan tersebut akan disiarkan secara eksklusif melalui DAZN.

Hutchinson (20-2, 14 KO) berkesempatan membalas kekalahan angka terbelah dari Buatsi (20-1, 13 KO) ketika keduanya bertemu pada September 2024 dalam rangkaian pertandingan pendukung duel Anthony Joshua melawan Daniel Dubois.

Radivoje Kalajdzic saat ini menempati peringkat pertama WBO dan berada tiga posisi lebih rendah dalam daftar peringkat WBA serta WBC.

Meski mengincar pemenang duel Buatsi-Hutchinson, ia menegaskan bersedia menghadapi siapa pun yang disiapkan untuknya.

“Siapa pun yang ditempatkan di hadapan saya, saya tidak keberatan. Saya ingin menghadapi pemenang Buatsi-Hutchinson. Saya baru saja bertarung di London dan tidak keberatan kembali menghadapi pemenangnya, tetapi saya bersedia melawan siapa pun,” ujarnya.

Saat menghadapi Richards, Kalajdzic tampil dengan kepercayaan diri yang lebih baik dibandingkan ketika melawan Gvozdyk.

Dalam pertarungan sebelumnya, ia merasakan dampak kurangnya aktivitas bertanding sebelum akhirnya kalah melalui penghentian pada ronde ketujuh.

Melawan Richards, Radivoje Kalajdzic mengandalkan jab dan pukulan lurus tangan kanan sejak ronde-ronde awal.

Pukulan tangan kanannya beberapa kali mengguncang petinju Inggris tersebut, termasuk pada awal ronde keenam ketika Richards terhuyung hingga ke tali ring.

Richards yang berusia 36 tahun mampu bertahan berkat daya tahannya. Ia sebelumnya pernah menyelesaikan pertarungan tanpa terjatuh melawan juara kelas berat ringan Dmitry Bivol, Buatsi, dan Hutchinson.

Kalajdzic akhirnya menjatuhkan Richards dengan pukulan lurus tangan kanan keras saat laga menyisakan sekitar 15 detik. Richards bangkit dengan kaki goyah, tetapi bel akhir pertandingan sudah berbunyi.

“Saya tahu saya bisa melukainya, tetapi dia tangguh. Pukulannya keras, dan setiap kali dia terluka, dia selalu membalas,” kata Kalajdzic. Ia menambahkan bahwa tekanan lebih awal mungkin memberinya peluang untuk menghentikan Richards sebelum bel akhir berbunyi.

Artikel Tag: Dmitry Bivol

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru