Anthony Joshua Dinilai Lebih Rentan dalam Duel Kontra Tyson Fury
Anthony Joshua (kiri) dan Tyson Fury. (Foto: Fight TV)
Barry Hearn menilai Anthony Joshua memiliki pukulan yang lebih keras, tetapi juga lebih rentan dibandingkan Tyson Fury menjelang pertarungan kedua mantan juara dunia kelas berat tersebut di Cardiff, Wales, 11 Desember mendatang.
Joshua dan Fury akan bertemu di Principality Stadium dalam pertarungan yang menjadi puncak persaingan panjang keduanya.
Duel tersebut sekaligus mengakhiri saga selama sekitar satu dekade yang melibatkan dua petinju Inggris tersebut.
Hearn, presiden Matchroom yang mengikuti perjalanan Joshua bersama putranya, Eddie Hearn, menilai petinju berusia 36 tahun itu kini berada dalam kondisi mental yang lebih tenang.
Joshua meraih medali emas Olimpiade 2012 dan dua kali menjadi juara dunia sebelum mengalami kekalahan dalam pertarungan melawan Oleksandr Usyk dan Daniel Dubois.
Dalam periode terakhir kariernya yang tidak selalu konsisten, motivasi Joshua untuk melanjutkan karier sempat dipertanyakan.
Namun, Hearn menilai pertarungan melawan Tyson Fury dapat menjadi kesempatan bagi Joshua untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Menurut Hearn, berbagai pengalaman pribadi yang dialami Joshua turut memengaruhi pandangannya terhadap pertarungan tersebut.
Anthony Joshua kehilangan dua sahabat dekatnya, Sina Ghami dan Latif “Latz” Ayodele, dalam kecelakaan mobil di Nigeria pada akhir 2025.
Hearn mengatakan Joshua kini terlihat lebih santai dan menikmati persiapan menuju pertarungan.
Ia juga menilai Joshua tidak akan berusaha meladeni permainan verbal Tyson Fury dalam konferensi pers, tetapi justru menunjukkan sikap percaya diri menghadapi tantangan tersebut.
“Ini adalah harinya,” kata Hearn mengenai Joshua. Ia menambahkan bahwa apa pun hasil pertarungan, kontribusi Joshua dan Fury terhadap tinju Inggris akan tetap dikenang penggemar.
Hearn juga memperkirakan pertarungan tersebut berlangsung terbuka karena kedua petinju memiliki kerentanan masing-masing.
Menurut dia, Joshua mungkin lebih mudah terkena pukulan dibandingkan Fury, tetapi memiliki kekuatan pukulan yang lebih besar.
“Anthony Joshua mungkin lebih rentan, tetapi dia jelas memiliki pukulan yang lebih keras,” ujar Hearn.
Karena itu, Hearn menilai hasil pertarungan dapat ditentukan oleh siapa yang lebih dulu mendaratkan pukulan efektif dan mampu mempertahankan keyakinan terhadap strategi yang telah disiapkan.
“Ini benar-benar akan bergantung pada siapa yang mendaratkan pukulan terbaik lebih awal dan siapa yang cukup percaya diri untuk mempertahankan strateginya,” kata Hearn.
Artikel Tag: Tyson Fury, Anthony Joshua, Barry Hearn