Kanal

Pelukis Prancis Marc Ahr Hadirkan Lukisan Paralimpiade di Jalanan Cortina

Penulis: Hanif Rusli
16 Mar 2026, 03:23 WIB

Ajang Milano Cortina 2026 menjadi perjalanan Olimpiade ke-17 bagi Marc Ahr, yang telah mengikuti berbagai edisi Olimpiade selama lebih dari tiga dekade. (Foto: AP)

Seorang pelukis asal Prancis, Marc Ahr, menambah pengalaman baru dalam perjalanan panjangnya mengikuti ajang Olimpiade.

Ia turut mengabadikan suasana Paralimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 melalui karya lukisan cat airnya di Cortina d’Ampezzo, Italia.

Di sebuah jalan ramai di pusat kota Cortina, para pejalan kaki kerap berhenti untuk menyaksikan Ahr mengubah kertas kosong menjadi lukisan berwarna yang menggambarkan atmosfer Paralimpiade yang sedang berlangsung.

Karya-karya tersebut menampilkan latar pegunungan Alpen sekaligus aktivitas para atlet dan pengunjung yang datang ke kota tersebut.

Marc Ahr yang kini berusia 63 tahun telah berada di Cortina sejak Desember 2025, menjelang Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026.

Ia kemudian melanjutkan aktivitas melukisnya hingga penyelenggaraan Paralimpiade pada Maret.

Ajang Milano Cortina 2026 menjadi perjalanan Olimpiade ke-17 bagi Ahr, yang telah mengikuti berbagai edisi Olimpiade selama lebih dari tiga dekade.

Ia pertama kali mulai melukis di ajang Olimpiade saat Olimpiade Musim Dingin Albertville 1992 di negara asalnya, Prancis.

Meski telah menghadiri banyak Olimpiade, Ahr tidak selalu tinggal lebih lama di kota tuan rumah untuk menyaksikan Paralimpiade.

Menurutnya, ia telah mengikuti setidaknya delapan Paralimpiade, termasuk Paris 2024 dan Milano Cortina 2026.

Selama berada di Cortina, Marc Ahr membuka studio sementara di Corso Italia, dekat lokasi tungku api Paralimpiade di Piazza Dibona.

Dari tempat tersebut ia mengamati berbagai aktivitas di sekitar kota dan menuangkannya dalam lukisan.

Ahr mengaku menikmati kesempatan untuk bertemu orang dari berbagai negara selama perhelatan olahraga internasional tersebut.

“Saya suka bepergian karena bisa belajar banyak saat bertemu orang dari berbagai negara dan daerah,” ujarnya.

Menurutnya, ukuran kota Cortina yang relatif kecil memudahkannya bertemu kembali dengan orang-orang yang sebelumnya ia temui.

Hal itu berbeda dengan kota besar yang membuat interaksi menjadi lebih terbatas.

Setiap hari dari pagi hingga malam, karya-karya Ahr menarik perhatian para pengunjung yang berhenti untuk melihat bahkan membeli lukisannya.

Ia juga kerap mencoba menebak asal negara pengunjung berdasarkan aksen, pakaian, atau bendera yang mereka bawa sebelum menyapa mereka dalam bahasa asalnya.

Sepanjang kariernya, Ahr menyimpan kenangan khusus saat melukis pada Olimpiade Beijing 2008.

Ia mengingat kondisi cuaca yang panas dan lembap saat upacara pembukaan yang membuat cat sulit mengering, serta keramaian luar biasa di Stadion Nasional Beijing yang dikenal sebagai “Bird’s Nest”.

Bagi Marc Ahr, melukis di tengah atmosfer Olimpiade dan Paralimpiade merupakan pengalaman yang unik. “Dengan energi Olimpiade, melukis juga seperti sebuah olahraga,” katanya.

Artikel Tag: olimpiade

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru