Fred Kerley Targetkan Olimpiade Los Angeles 2028 Setelah Enhanced Games
Fred Kerley mengaku bergabung dengan Enhanced Games karena nilai kontrak besar yang ditawarkan, bukan untuk memakai zat peningkat performa. (Foto: AP)
Pelari cepat Amerika Serikat Fred Kerley menegaskan dirinya tidak menggunakan zat peningkat performa meski kini tampil di ajang Enhanced Games.
Enhanced Games adalah kompetisi kontroversial yang memperbolehkan penggunaan doping dalam olahraga.
Dalam konferensi pers di Las Vegas menjelang debutnya di Enhanced Games, Kerley juga menyatakan dirinya tetap bertekad tampil di Olimpiade Los Angeles 2028 setelah masa sanksinya berakhir.
“Saya akan berkompetisi di Olimpiade Los Angeles 2028,” kata Fred Kerley.
Mantan juara dunia lari 100 meter tahun 2022 itu saat ini masih menjalani larangan bertanding hingga Agustus 2027 setelah dinyatakan melanggar aturan antidoping karena melewatkan tes wajib.
Namun Kerley menegaskan pelanggaran tersebut tidak berkaitan dengan penggunaan doping.
Ia mengaku bergabung dengan Enhanced Games karena nilai kontrak besar yang ditawarkan, bukan untuk memakai zat peningkat performa.
“Saya tidak membutuhkannya. Tuhan memberi saya kaki cepat karena suatu alasan,” ujar sprinter berusia 31 tahun itu.
“Saya di sini untuk menunjukkan bakat saya. Anda tetap harus bekerja keras. Obat-obatan tidak akan memberi keuntungan jika Anda tidak berlatih,” lanjutnya.
Enhanced Games menjadi sorotan dunia olahraga karena memperbolehkan atlet menggunakan performance enhancing drugs di bawah pengawasan dokter dan pelatih.
Ajang tersebut mempertemukan atlet dari cabang atletik, renang, dan angkat besi.
Meski begitu, Kerley mengatakan dirinya tetap bersih dan masih menjalani tes antidoping dari Athletics Integrity Unit (AIU) serta United States Anti-Doping Agency (USADA).
Mantan kepala performa olahraga tim Olimpiade Amerika Serikat yang kini menjadi eksekutif Enhanced Games, Rick Adams, juga mengatakan petugas antidoping tetap hadir di Las Vegas untuk melakukan pengujian kepada atlet aktif yang berpotensi kembali ke kompetisi resmi.
Fred Kerley sendiri menjadi nama terbesar yang tampil di Enhanced Games sejauh ini.
Kehadirannya memberikan perhatian besar terhadap kompetisi tersebut yang sebelumnya kesulitan menarik atlet papan atas.
Sepanjang 2026, Kerley cukup aktif mengkritik sistem antidoping internasional, terutama aturan yang mengharuskan atlet memberikan informasi lokasi mereka setiap saat untuk kepentingan tes.
Ia mengaku merasa terganggu dengan metode pelacakan yang dianggap terlalu invasif terhadap kehidupan pribadinya.
“Saya dibesarkan dalam keluarga yang menghargai ruang pribadi. Ketika seseorang mulai tidak menghormati ruang saya, itu membuat saya kesal,” kata Kerley.
Meski sedang menjalani sanksi, Kerley tetap optimistis bisa kembali bersaing di level tertinggi dunia atletik.
Ia bahkan percaya rekor dunia Usain Bolt di nomor 100 meter suatu hari nanti bisa dipecahkan.
Ketika ditanya seberapa cepat dirinya bisa berlari di Enhanced Games, Kerley hanya menjawab singkat.
“Cepat,” katanya berulang kali.
Selain Kerley, sprinter Amerika Marvin Bracy-Williams juga tampil di Enhanced Games setelah sebelumnya menjalani hukuman doping.
Berbeda dengan Fred Kerley, Bracy-Williams mengakui dirinya menggunakan zat peningkat performa.
Bracy-Williams mengatakan tekanan finansial dan ketidakpastian kontrak atlet membuat banyak atlet kesulitan mempertahankan karier mereka di olahraga profesional.
Kerley juga mengakui alasan utama dirinya terus berkompetisi adalah demi masa depan keluarganya.
“Pada akhirnya, saya di sini untuk menghidupi anak-anak saya dan diri saya sendiri,” ujar Kerley.
Artikel Tag: olimpiade