Kanal

Oscar Piastri Ungkap Ultimatum F1 yang Memaksa Pilihan Berat

Penulis: Zelda Maryadi
05 Jan 2026, 12:48 WIB

Oscar Piastri Ungkap Ultimatum F1 yang Memaksa Pilihan Berat - sumber: (racingnews365)

Berita F1 kembali mengangkat sosok Oscar Piastri, pembalap asal Australia yang tahun lalu hampir merebut gelar juara dunia F1 untuk pertama kalinya. Piastri, yang saat itu berusia 14 tahun, memutuskan untuk pindah ke Inggris dengan ayahnya. Tujuannya satu, mengejar impian menjadi pembalap di ajang balap bergengsi ini.

Perjalanan tersebut tidaklah mudah. Setelah enam bulan, ayahnya kembali ke Melbourne, meninggalkan Piastri di asrama sekolah. Keputusan berat ini ternyata menjadi pengalaman penting yang membentuk karakter Piastri sebagai pemenang sembilan kali grand prix.

Satu dekade berlalu, setelah menjuarai FIA F3 dan F2, Piastri kini dikenal sebagai salah satu pembalap paling tenang di grid F1. Sikapnya yang tidak mudah goyah menjadi fondasi kesuksesannya dalam kejuaraan tahun lalu. Meski akhirnya tertinggal hanya 13 poin dari rekan setimnya, Lando Norris, Piastri tetap mendapatkan pujian atas sikap tenangnya.

Dalam episode terbaru seri Off The Grid, Piastri menyampaikan usaha sadar untuk tidak terlalu emosional, tetapi tetap menjaga semangat dalam balapan. "Menemukan keseimbangan yang tepat adalah pelajaran yang saya dapatkan dari pengalaman hidup saya, terutama setelah pindah ke Eropa," ujarnya.

Titik Pivotal dalam Perjalanan ke F1

Perjalanan Piastri menuju F1 penuh dengan pilihan sulit, termasuk keputusan besar setelah setengah tahun di Inggris. "Ayah saya memberikan pilihan: tetap di sini dan lanjutkan sekolah asrama untuk mengejar impian, atau pulang ke rumah," kenang Piastri.

Meski awalnya sedih harus jauh dari rumah, Piastri merasa senang bisa bertanding melawan pembalap terbaik dunia. "Sederhananya, ini cara untuk meraih impian saya. Jadi, saya harus mengesampingkan emosi dari apa yang saya lakukan," jelasnya.

Tinggal di asrama di negara yang jauh dari tanah kelahirannya adalah tantangan tersendiri. "Bagi kebanyakan anak, tinggal di sekolah mungkin terdengar menyiksa," aku Piastri. Namun, ia menemukan sisi positifnya, seperti tinggal bersama teman-teman yang membantunya melupakan sedikit tekanan dari dunia balap.

Pengalaman inilah yang membentuk Piastri menjadi pembalap dengan ketenangan luar biasa di lintasan, sebuah kualitas yang sangat berharga dalam dunia F1 yang penuh tekanan.

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru