Ons Jabeur Ungkap Petenis Putri Yang Paling Mengintimidasi
Ons Jabeur [kanan] dan Cori Gauff [kiri] [image: getty images]
Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Tunisia, Ons Jabeur menyebut dua nama petenis terbaik dunia sebagai petenis yang paling mengintimidasi untuk dihadapi.
Petenis peringkat 34 dunia merupakan mantan petenis peringkat 10 besar dan telah tiga kali menjadi runner up Grand Slam yang telah bertanding melawan sejumlah petenis terbaik dunia dalam beberapa kesempatan.
Petenis berusia 30 tahun telah mencapai tingkat keberhasilan yang berbeda-beda melawan petenis di level tersebut dan ia jelas merupakan petenis yang menjadi tantangan sulit bagi lawan mana pun. Tetapi seperti halnya sebagian besar pesaing, ada lawan tertentu yang memiliki kualitas tertentu yang membuat mereka lebih sulit untuk dikalahkan dan petenis berkebangsaan Tunisia sendiri memilikinya.
Runner up Wimbledon musim 2022 mengintimidasi lawan dengan tipu daya dan keterampilannya di lapangan, terutama dengan dropshot yang cekatan.
Namun, dalam wawancara di sebuah podcast, Nothing Major, runner up US Open musim 2022 menyebut dua petenis yang ia pikir paling mengintimidasi di turnamen WTA. Ia pun menyebut Iga Swiatek dan Cori Gauff, dua dari tiga petenis terbaik di turnamen WTA saat ini yang juga merupakan juara Grand Slam.
“Ada banyak. Saya pikir Iga petenis yang cukup solid. Ia tidak memberi anda poin cuma-cuma yang membuatnya agak sulit untuk dilawan,” ungkap Jabeur ketika menjelaskan alasan di balik pilihannya.
“Cori juga bermain dengan sangat mengagumkan, ia memainkan permainan yang luar biasa.”
Petenis berusia 30 tahun sendiri cukup kewalahan, baik ketika berhadapan dengan petenis berkebangsaan Polandia, Swiatek maupun petenis AS, Gauff di sepanjang kariernya sampai saat ini.
Petenis peringkat 34 dunia sampai saat ini telah tujuh kali berhadapan dengan petenis yang telah mengoleksi lima gelar Grand Slam, Swiatek dan hanya bisa memenangkan dua di antaranya. Kedua kemenangan tersebut ia dapatkan pada musim 2021. Pertama ketika mereka bertemu di Wimbledon, kemudian di Cincinnati, musim sebelum petenis berkebangsaan Polandia memecahkan sejumlah rekor dan menjadi petenis peringkat 1 dunia untuk kali pertama dalam kariernya.
Sementara Jabeur telah delapan kali bertemu juara US Open musim 2023, Gauff sebanyak delapan kali dan ia pun hanya mampu memetik dua kemenangan. Pertama ia memenangkan pertemuan mereka di Charleston musim 2021 dan kali kedua di Berlin musim 2022 sebelum memenangkan gelarnya.
Artikel Tag: Tenis, Ons Jabeur, Iga Swiatek, Cori Gauff