Aryna Sabalenka Siap Terima Penalti Poin Atas Jadwal Turnamen Yang ‘Gila’
Aryna Sabalenka [image: AFP]
Berita Tenis: Aryna Sabalenka mengatakan ia bersedia dihukum karena absen dari beberapa turnamen selama musim 2026 demi melindungi kesehatannya dan telah mengkritik jadwal turnamen WTA.
Berdasarkan peraturan saat ini, petenis diharuskan untuk berpartisipasi dalam sejumlah turnamen tertentu di sepanjang musim, kecuali jika mereka memiliki alasan yang sah untuk tidak melakukannya, seperti cedera atau sakit. Jika mereka gagal memenuhi persyaratan tersebut, mereka akan dikenakan penalti poin, seperti yang terjadi pada petenis peringkat 1 dunia dan Iga Swiatek musim lalu.
Kedua bintang tenis dikenai pengurangan poin karena gagal memainkan cukup banyak turnamen wajib WTA level 500, yang ditetapkan sebanyak enam turnamen.
Petenis yang saat ini bermain di Brisbane International, kembali mengkritik peraturan selama konferensi persnya ketika seorang jurnalis bertanya kepadanya tentang Serena Williams, yang memilih untuk tidak bermain di beberapa turnamen tertentu ketika ia berada di puncak kariernya. Ia percaya bahwa kalender saat ini berperan dalam cedera petenis dan juga mengkritik jenis bola yang digunakan di turnamen.
“Musim ini benar-benar gila dan itu tidak baik untuk kami semua, seperti yang anda lihat dengan begitu banyak petenis yang mengalami cedera,” ujar Sabalenka.
“Bola-bolanya juga cukup berat sehingga itu sangat sulit bagi kami semua. Dengan apa yang dilakukan Serena, aturannya berbeda. Musim lalu karena saya tidak cukup banyak bermain di turnamen WTA level 500, mereka mendenda kami, saya dan Iga. Aturannya cukup ketat, tetapi saya tetap melewatkan beberapa turnamen.”
Lebih lanjut, juara US Open musim 2025 menuduh pihak penyelenggara tidak fokus pada kesehatan petenis dan lebih memprioritaskan tujuan mereka sendiri. Tergantung bagaimana musim ini berjalan, masih harus dilihat seberapa signifikan penalti poin yang akan diterima petenis peringkat 1 dunia atau petenis lain. Tetapi, niatnya untuk berpotensi melewatkan beberapa turnamen dan mengambil risiko penalti didorong oleh tujuannya untuk “melindungi tubuhnya”.
“Musim lalu saya kesulitan karena beberapa turnamen yang saya ikuti membuat saya sakit atau kelelahan karena terlalu banyak bermain,” aku Sabalenka.
“Musim ini kami akan mencoba mengaturnya sedikit lebih baik, meskipun mereka mungkin akan mendenda saya di akhir musim. Itu sulit dilakukan. Anda tidak bisa melewatkan turnamen WTA level 1000. Itu benar-benar sulit.”
“Menurut saya, apa yang mereka lakukan itu gila. Saya pikir mereka hanya mengejar kepentingan mereka sendiri, tetapi mereka tidak fokus pada melindungi kami semua.”
Para petenis putri terbaik diharapkan memainkan setidaknya 20 turnamen wajib selama satu musim. Itu termasuk empat Grand Slam, 10 turnamen WTA level 1000, dan enam turnamen WTA level 500. Pihak WTA sebelumnya telah menyatakan bahwa kesejahteraan petenis adalah prioritas utamanya.
Sementara di Brisbane International, Sabalenka akan berhadapan dengan juara Australian Open musim 2025, Madison Keys demi satu tempat di semifinal.
Artikel Tag: Tenis, Brisbane International, Aryna Sabalenka