Kanal

Jenny Simpson Akhiri Karier Lari Setelah Didiagnosis Kelainan Jantung

Penulis: Hanif Rusli
23 Agu 2026, 19:35 WIB

Keputusan tersebut diambil setelah Jenny Simpson kolaps ketika sedang memandu kelompok pelari nomor satu mil di Raleigh, North Carolina, pada Juni lalu. (Foto: AP)

Peraih medali perunggu Olimpiade nomor 1.500 meter, Jenny Simpson, mengumumkan bahwa karier larinya telah berakhir setelah didiagnosis mengalami kelainan jantung langka.

Keputusan tersebut diambil setelah Simpson kolaps ketika sedang memandu kelompok pelari nomor satu mil di Raleigh, North Carolina, pada Juni lalu.

Simpson, 39 tahun, memberikan kabar terbaru mengenai kondisinya melalui unggahan di Instagram pada Kamis (20/8).

Dalam kejadian tersebut, Simpson sempat mendapatkan resusitasi jantung paru (CPR) dan menggunakan automated external defibrillator (AED) di lintasan sebelum dibawa ke rumah sakit.

Ia mengatakan sempat berada dalam kondisi kritis hingga harus mendapatkan bantuan alat untuk mempertahankan fungsi hidup akibat masalah pada jantung dan paru-parunya.

“Tubuh saya sedang sekarat, tetapi semangat saya tidak mau menyerah. Saya berjuang untuk hidup saya,” tulis Simpson.

Jenny Simpson juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang memberikan dukungan selama masa kritis tersebut.

Menurutnya, tindakan cepat orang-orang di sekitarnya berperan penting dalam membantu menyelamatkan hidupnya.

Dalam beberapa hari setelah kejadian, fungsi jantung dan paru-parunya berangsur pulih.

Namun, pemeriksaan lebih lanjut membuat Simpson didiagnosis mengalami arrhythmogenic right ventricular cardiomyopathy (ARVC), kelainan yang dapat mengganggu fungsi dan irama jantung.

Simpson menjelaskan bahwa jaringan parut pada jantungnya mengganggu sistem kelistrikan organ tersebut dan pada akhirnya menyebabkan jantungnya berhenti berdetak.

Diagnosis tersebut membuat Simpson tidak dapat kembali menjalani aktivitas lari kompetitif karena dinilai berbahaya bagi keselamatannya.

Ia pun memastikan babak kariernya sebagai pelari telah berakhir, meski tidak menganggap perjalanan hidupnya selesai.

“Masa depan saya adalah hadiah yang luar biasa. Masa depan itu penuh harapan dan akan terus memiliki tujuan besar. Namun, diagnosis saya juga berarti berbahaya bagi saya untuk kembali berlari,” tulis Simpson.

“Babak itu telah berakhir. Syukurlah, cerita saya belum berakhir.”

Jenny Simpson mengatakan kecintaannya terhadap olahraga lari justru semakin kuat.

Ia berencana menyesuaikan diri dengan kondisi barunya sambil melanjutkan pekerjaan sebagai chief running officer di perusahaan toko perlengkapan lari Fleet Feet, posisi yang mulai dijabatnya pada Februari.

Dalam kariernya, Simpson meraih medali perunggu nomor 1.500 meter pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Ia juga menjadi juara dunia nomor tersebut pada 2011 dan meraih medali perak pada Kejuaraan Dunia 2013 serta 2017.

Simpson juga merupakan juara nasional beberapa kali ketika memperkuat University of Colorado.

Kisah pemulihannya akan dibahas lebih lanjut dalam program “CBS Saturday Morning” akhir pekan ini dan sebuah episode podcast pada bulan depan.

Artikel Tag: Olimpiade Rio 2016, olimpiade

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru