Kanal

Novak Djokovic Masih Difavoritkan Di Australian Open

Penulis: Dian Megane
25 Nov 2022, 23:41 WIB

Novak Djokovic di ATP Finals, Turin 2022

Berita Tenis: Novak Djokovic sekali lagi akan menjadi petenis yang harus dikalahkan di Australian Open dengan mantan petenis, Todd Woodbridge mengatakan bahwa ia akan kembali ke Grand Slam tersebut dengan skenario terbaik.

Petenis yang telah sembilan kali menjuara Australian Open gagal mendapatkan peluang untuk mempertahankan gelar Grand Slam tersebut setelah ia dideportasi dari negara tersebut akibat status vaksin COVID-19.

Deportasi tersebut mengakibatkan secara otomatis larangan visa selama tiga tahun, tetapi pekan lalu sudah jelas bahwa ia akan berkompetisi di Grand Slam tersebut setelah menteri imigrasi yang baru membatalkan larangan tersebut.

Setelah ia absen, Rafael Nadal memenangkan Australian Open setelah ia mengalahkan Daniil Medvedev di partai puncak dan ia tanpa diragukan akan berusaha mempertahankan gelar tersebut pada Januari mendatang.

Selain petenis berkebangsaan Serbia, petenis berkebangsaan Spanyol, Nadal, dan Medvedev, juara US Open musim 2022 sekaligus petenis peringkat 1 dunia, Carlos Alcaraz juga akan bersaing demi memenangkan gelar tersebut.

Mantan petenis berkebangsaan Australia yang memenangkan 16 gelar Grand Slam nomor ganda, merasa senang bahwa petenis berkebangsaan Serbia akan kembali ke Australia dan ia merasa sang petenis akan difavoritkan.

“Saya pikir itu skenario terbaik demi turnamen karena kami ingin petenis terbaik bermain di Australian Open,” ungkap Woodbridge.

“Apapun yang terjadi di Australian Open terkait turnamennya, hadiah uang, bagaimana reputasinya di seluruh dunia, kami ingin petenis terbaik diizinkan untuk datang ke sini dan diizinkan bermain. Dengan fakta bahwa Novak telah memenangkannya sebanyak sembilan kali, ia akan memasukinya sebagai petenis yang difavoritkan setelah ia tidak diizinkan berpartisipasi pada musim ini.”

Djokovic memenangkan Wimbledon musim ini, tetapi ia tidak mendapatkan poin peringkat setelah pihak ATP menghilangkan poin peringkat dari Grand Slam tersebut setelah pihak penyelengara melarang partisipasi petenis berkebangsaan Rusia dan Belarusia.

Ia lalu melewatkan musim hard-court di Amerika Utara dan kesuksesan Alcaraz di US Open mengantarkan sang petenis belia bertengger di peringkat 1 dunia.

Meski begitu, ia menyelesaikaan musim ini dengan lima gelar setelah ia juga memenangkan gelar di Roma, Tel Aviv, Astana, dan Turin (ATP Finals).

Woodbridge menyatakan bahwa petenis berkebangsaan Serbia masih tetap petenis peringkat 1 dunia di matanya.

“Dalam benak saya, peringkat musim ini begitu kacau. Ia masih petenis peringkat 1 dunia dan mendapatinya kembali ke Australia benar-benar penting,” tukas Woodbridge.

Artikel Tag: Tenis, australian open, Novak Djokovic

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru