Kanal

Performa Terbaik Marc Marquez Justru Terjadi Sebelum Dirinya Masuk MotoGP

Penulis: Abdi Ardiansyah
11 Jan 2026, 17:37 WIB

Marc Marquez dan Santi Hernandez saat masih berlaga di Moto2

Berita MotoGP: Marc Marquez dikenal sebagai salah satu pebalap terbaik sepanjang sejarah MotoGP. Namun menurut mantan kru terdekatnya, performa paling mengesankan Marquez justru terjadi sebelum ia menjejakkan kaki di kelas premier.

Nama Marc Marquez selalu identik dengan dominasi, rekor, dan keberanian ekstrem di lintasan. Kesuksesannya bersama Ducati pada musim 2025 semakin mengukuhkan statusnya sebagai kandidat terkuat pebalap terbaik sepanjang masa. Namun, di balik gemerlap gelar MotoGP, ada satu balapan yang justru dianggap sebagai penampilan terbaik dalam karier Marquez, dan itu terjadi jauh sebelum debutnya di kelas utama.

Pandangan tersebut datang dari Santi Hernandez, mantan kepala kru Marquez yang mendampinginya sejak era Moto2. Dalam buku biografi Marc The Magnificent karya Mat Oxley, Hernandez menyebut kemenangan Marquez pada Moto2 Prancis 2011 sebagai performa paling luar biasa yang pernah ia saksikan.

“Marc sudah melakukan banyak hal luar biasa dalam kariernya, tetapi bagi saya, Le Mans 2011 adalah yang terbaik,” ujar Hernandez.

Balapan tersebut datang di saat krusial. Pada awal musim Moto2 2011, Marquez mengalami tiga balapan beruntun tanpa poin akibat kecelakaan. Keraguan mulai bermunculan, bahkan terhadap kelayakannya berada di tim pabrikan. Ia dicap cepat, tetapi terlalu sering jatuh.

Tekanan itu mencapai puncaknya di Le Mans. Marquez memulai balapan dari posisi yang tidak ideal dan sempat terlempar ke posisi sembilan pada lap pertama. Namun, di tengah kondisi mental yang diuji, ia justru menunjukkan ketangguhan luar biasa. Satu per satu lawan dilewati hingga akhirnya meraih kemenangan yang mengubah arah musimnya.

“Kekuatan mentalnya setelah semua kecelakaan itu luar biasa. Sejak Le Mans, dia menang, menang, dan terus menang,” lanjut Hernandez.

Setelah balapan tersebut, Marquez tampil nyaris sempurna. Ia selalu finis di podium pada sisa musim 2011. Ironisnya, ia gagal menjadi juara dunia karena kecelakaan hebat di Malaysia yang membuatnya absen di dua seri terakhir. Insiden itu juga menyebabkan gangguan penglihatan yang hampir menghambat masa depannya.

Namun kegagalan itu menjadi fondasi kesuksesan berikutnya. Pada 2012, Marquez bangkit dan mendominasi Moto2 hingga meraih gelar juara dunia, yang membuka pintu menuju MotoGP.

Kini, lebih dari satu dekade kemudian, Marc Marquez telah mengoleksi tujuh gelar juara dunia MotoGP. Tetapi bagi orang yang paling mengenalnya sejak awal, momen paling menentukan bukanlah gelar atau statistik, melainkan satu balapan yang menunjukkan mental juara sejati saat segalanya diragukan.

Artikel Tag: Marc Marquez, Moto2, Santi Hernandez

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru