Kanal

Pedro Acosta Punya Solusi Agar Phillip Island Tetap Jadi Tuan Rumah MotoGP

Penulis: Abdi Ardiansyah
03 Jul 2026, 23:22 WIB

Pedro Acosta di Sirkuit Phillip Island MotoGP Australia

Berita MotoGP - Pedro Acosta menilai Phillip Island masih layak dipertahankan dalam kalender MotoGP meski akan digantikan sirkuit jalan raya Adelaide mulai musim 2027. Pembalap KTM itu meyakini masalah terbesar di lintasan legendaris Australia tersebut bukanlah desain sirkuit, melainkan waktu penyelenggaraan balapan yang dinilai kurang ideal.

Keputusan MotoGP memindahkan MotoGP Australia dari Phillip Island ke sirkuit jalan raya Adelaide mulai musim 2027 masih memicu perdebatan. Banyak pembalap, mantan pebalap, hingga penggemar menilai Phillip Island merupakan salah satu lintasan terbaik di dunia dan layak dipertahankan.

Salah satu suara yang paling lantang datang dari Pedro Acosta. Pembalap KTM itu mengaku kecewa mendengar kabar bahwa Phillip Island akan keluar dari kalender MotoGP. Menurutnya, lintasan yang berada di negara bagian Victoria tersebut menawarkan karakter balap yang sulit ditandingi sirkuit lain.

Dalam wawancara di podcast Gypsy Tales, Acosta menyebut hampir seluruh pembalap di MotoGP memiliki pandangan serupa mengenai kualitas Phillip Island.

"Sejujurnya saya sedih. Bagi saya itu adalah sirkuit terbaik di kalender MotoGP. Kalau Anda bertanya kepada 22 pembalap di grid, saya yakin sebagian besar akan memberikan jawaban yang sama. Para penggemarnya juga luar biasa. Entah cuacanya cerah, berangin, atau hujan, mereka tetap datang karena ada daya tarik khusus dari Phillip Island," ujar Acosta.

Menurut pembalap asal Spanyol itu, persoalan utama Phillip Island sebenarnya bukan berasal dari layout sirkuit maupun aspek keselamatan lintasan. Ia justru menyoroti faktor cuaca yang kerap menjadi tantangan besar bagi pembalap.

Pedro Acosta mengusulkan agar MotoGP menggelar Grand Prix Australia pada Februari atau Maret, saat Australia memasuki musim panas. Dengan begitu, suhu lintasan akan lebih hangat sehingga ban lebih cepat mencapai temperatur kerja yang ideal.

"Kalau balapan digelar pada Februari atau Maret, itu musim panas di Phillip Island. Saya yakin kami semua akan menyukainya. Masalah utama kami di sana adalah cuacanya yang sangat dingin. Terkadang pembalap bisa terjatuh bahkan saat out lap karena ban belum cukup panas. Kalau balapan digelar saat musim panas, saya yakin balapannya akan jauh lebih menarik," katanya.

Dalam beberapa musim terakhir, kondisi cuaca ekstrem memang beberapa kali memengaruhi jalannya Grand Prix Australia. Angin kencang dan suhu rendah membuat pembalap kesulitan menjaga performa ban, bahkan memaksa penyelenggara melakukan penyesuaian jadwal demi alasan keselamatan.

Namun, usulan Acosta kembali memperkuat pandangan banyak pihak bahwa Phillip Island masih memiliki tempat istimewa di hati para pembalap. Jika persoalan cuaca dapat diatasi melalui perubahan jadwal, bukan tidak mungkin lintasan legendaris tersebut suatu saat kembali masuk kalender MotoGP.

Artikel Tag: ktm, phillip island, MotoGP Australia, Pedro Acosta

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru