Kanal

Francesco Bagnaia Dinilai Terlalu Remehkan Kehadiran Marc Marquez di Ducati

Penulis: Abdi Ardiansyah
06 Jan 2026, 14:41 WIB

Francesco Bagnaia dan Marc Marquez

Berita MotoGP: Musim MotoGP 2025 menjadi titik balik bagi Francesco Bagnaia. Ayah Simoncelli, sosok senior di paddock menilai bahwa kesalahan Bagnaia membaca kekuatan Marc Marquez jadi faktor utama kemundurannya.

Performa Francesco Bagnaia pada MotoGP 2025 menuai sorotan tajam. Setelah dua kali menjadi juara dunia dan nyaris merebut gelar ketiga pada 2024, Bagnaia justru terpuruk hingga finis di posisi kelima klasemen musim lalu. Menurut Paolo Simoncelli, penyebabnya bukan semata persoalan teknis, melainkan kesalahan besar dalam menilai kekuatan rekan setim barunya, Marc Marquez.

Paolo Simoncelli, pemilik tim SIC58 Moto3 sekaligus ayah mendiang Marco Simoncelli, menyebut Bagnaia terpengaruh nasihat keliru dari lingkaran Valentino Rossi. Dalam wawancara dengan Corriere della Sera, Simoncelli menilai Bagnaia datang ke musim 2025 tanpa kesiapan mental menghadapi sosok sekelas Marquez.

“Ia tidak siap menghadapi rekan setim yang begitu kuat,” ujar Simoncelli.

“Pecco berasal dari kelompok Valentino Rossi, dan setelah mendengar apa yang berkembang di lingkungan itu, ia justru meremehkan Marc Marquez.”

Simoncelli menjelaskan bahwa pola pikir Bagnaia terbentuk dari pengalaman musim sebelumnya. Pada 2024, Bagnaia kalah tipis dalam perebutan gelar meski memenangi 11 balapan. Situasi itu membuatnya berpikir bahwa kunci sukses hanya soal meminimalkan kesalahan.

“Ia merasa cukup dengan jatuh lebih sedikit,” lanjut Simoncelli. “Namun Marc adalah sosok buas di lintasan. Itu yang membuat Pecco masuk ke dalam krisis.”

Statistik musim 2025 mempertegas jurang perbedaan keduanya. Bagnaia hanya meraih dua kemenangan dalam semusim yang penuh inkonsistensi, sementara Marquez tampil dominan dengan 11 kemenangan Grand Prix dan 14 kemenangan sprint untuk mengamankan gelar juara dunia ketujuhnya.

Saat Ducati merekrut Marquez ke tim pabrikan, kabarnya keputusan tersebut sempat menimbulkan ketegangan dengan kelompok VR46 yang dekat dengan Francesco Bagnaia. Hubungan Rossi dan Marquez sendiri telah lama membeku sejak konflik besar MotoGP 2015.

Meski demikian, Simoncelli justru mengaku selalu menaruh respek tinggi pada Marquez. Ia bahkan melihat kesamaan karakter antara pembalap Spanyol itu dengan putranya.

“Saya tahu sejak awal Marc adalah yang terkuat,” katanya. “Saya selalu menyukainya. Cara dia membalap dan berpikir mengingatkan saya pada Marco. Dia tidak pernah menyerah dan selalu mencoba.”

Simoncelli menutup dengan nada reflektif tentang rivalitas di dunia balap. “Kalau Marco masih hidup, kami pasti akan menikmati banyak pertarungan hebat. Begitulah olahraga, selalu penuh konflik dan emosi.”

Artikel Tag: Francesco Bagnaia, Marc Marquez, MotoGP 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru