Lapangan Shinnecock Hills Siap Uji Ketangguhan Para Pegolf di US Open
Shinnecock Hills Golf Club diperkirakan akan menjadi ujian terbesar bagi para pegolf yang memburu gelar major pekan ini. (Foto: Golf Digest)
Shinnecock Hills Golf Club kembali menjadi pusat perhatian menjelang bergulirnya US Open 2026.
Kondisi lapangan yang terkenal sulit, dipadukan dengan hembusan angin kencang khas Long Island, diperkirakan akan menjadi ujian terbesar bagi para pegolf yang memburu gelar major pekan ini.
Sejak dua hari sesi latihan berlangsung, banyak pemain membahas kondisi lapangan yang dinilai akan sangat menentukan jalannya turnamen.
Salah satunya adalah Matt Fitzpatrick yang mengaku berharap rumput dan green di Shinnecock dibuat sekering dan sekeras mungkin agar sesuai dengan karakter khas US Open.
"Saya pribadi ingin lapangan menjadi sekering dan sekeras mungkin seperti biasanya di US Open. Saya ingin melihat bagaimana tantangan itu berkembang," ujar Fitzpatrick.
Shinnecock Hills memiliki reputasi sebagai salah satu lapangan tersulit di Amerika Serikat. Pada US Open 2018, Brooks Koepka keluar sebagai juara dengan skor total satu pukulan di atas par.
Sementara pada edisi 2004, pengaturan lapangan sempat menuai kontroversi hingga dianggap terlalu ekstrem.
Meski demikian, Rory McIlroy menilai Shinnecock tetap menjadi salah satu arena terbaik untuk menguji kemampuan pegolf secara menyeluruh.
"Jika cuaca dan kondisi lapangan sesuai harapan, ini adalah ujian terbaik di Amerika. Lapangan ini menguji semua aspek permainan, mulai dari pukulan tee, iron, strategi, hingga kemampuan membaca green," kata McIlroy.
Salah satu tantangan terbesar bagi penyelenggara adalah menjaga keseimbangan kondisi lapangan.
Adam Scott menjelaskan bahwa Shinnecock Hills berada di area terbuka yang sangat dipengaruhi perubahan arah dan kekuatan angin sehingga pengaturan lapangan harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
Menurut Scottie Scheffler, angin di Shinnecock memiliki karakter yang berbeda dibanding lapangan lain karena lebih berat dan arah tiupannya dapat berubah sepanjang hari.
Faktor tersebut membuat para pemain harus terus menyesuaikan strategi dalam setiap pukulan.
Juara bertahan J.J. Spaun juga menilai kesabaran akan menjadi kunci sukses di Shinnecock.
Ia mengingatkan bahwa pemain tidak bisa langsung memenangkan turnamen pada hari pertama, tetapi dapat kehilangan peluang sejak awal jika melakukan terlalu banyak kesalahan.
Perkiraan cuaca menunjukkan angin berkecepatan tinggi dengan embusan yang dapat melampaui 40 mil per jam pada dua putaran awal.
Kondisi tersebut diyakini menjadi alasan panitia masih menjaga kelembapan green selama sesi latihan agar permukaan lapangan tidak terlalu cepat dan tetap dapat dimainkan secara adil.
Brooks Koepka, juara US Open 2018 di Shinnecock, mengakui kondisi lapangan saat ini masih lebih lunak dibanding yang diingatnya. Namun, ia percaya panitia dapat dengan mudah meningkatkan tingkat kesulitan jika kondisi cuaca memungkinkan.
McIlroy menambahkan penyiraman lapangan pada sore hari merupakan prosedur rutin di Shinnecock Hills.
Menurutnya, para anggota klub juga terbiasa melihat perawatan tersebut setiap hari karena angin yang kuat mampu menghilangkan kelembapan dengan sangat cepat.
Scott berharap kondisi green akan semakin keras menjelang akhir pekan sehingga kualitas pukulan menuju area green benar-benar menjadi penentu lahirnya juara US Open tahun ini.