Kirsty Coventry Soroti Peran Atlet Putri di Olimpiade Musim Dingin 2026
Menurut Kirsty Coventry, edisi 2026 menjadi Olimpiade Musim Dingin dengan keseimbangan gender paling tinggi sepanjang sejarah. (Foto: AP)
Kirsty Coventry menilai penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 menjadi tonggak penting bagi kemajuan perempuan dalam olahraga, terutama melalui peningkatan partisipasi atlet putri pada ajang tersebut.
Dalam sebuah opini yang diterbitkan media Italia La Gazzetta dello Sport, presiden International Olympic Committee (IOC) itu menyebut Olimpiade Musim Dingin 2026 tidak hanya dikenang karena prestasi atlet dan rekor baru, tetapi juga karena kemajuan besar dalam kesetaraan gender di arena olahraga.
Menurut Kirsty Coventry, edisi kali ini menjadi Olimpiade Musim Dingin dengan keseimbangan gender paling tinggi sepanjang sejarah, dengan perempuan mencakup sekitar 47 persen dari total atlet yang berpartisipasi.
Selain itu, empat nomor baru khusus perempuan diperkenalkan pada ajang tersebut sehingga jumlah total nomor pertandingan perempuan mencapai 50.
Dalam 12 dari 16 cabang olahraga yang dipertandingkan, atlet putra dan putri juga berlaga dalam jumlah yang sama.
Kirsty Coventry mengatakan capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan bukti bahwa peluang bagi perempuan dalam olahraga terus berkembang dan berbagai hambatan yang sebelumnya ada mulai runtuh.
Ia juga menyoroti penampilan tim tuan rumah Italia yang menampilkan kontribusi besar dari para atlet perempuan.
Atlet ski alpine Federica Brignone dan atlet seluncur cepat Francesca Lollobrigida disebut menjadi sosok penting yang menginspirasi publik melalui performa mereka di depan pendukung sendiri.
Brignone dinilai menunjukkan ketangguhan luar biasa setelah mampu kembali tampil impresif hanya sekitar 10 bulan setelah mengalami cedera serius.
Sementara Lollobrigida menjadi contoh bahwa seorang atlet elite tetap dapat meraih prestasi sekaligus menjalani peran sebagai seorang ibu.
Menurut Coventry, berbagai pencapaian tersebut menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi sarana penting bagi perempuan dan anak perempuan untuk mengembangkan kepercayaan diri, kepemimpinan, serta kesempatan yang lebih luas dalam kehidupan.
Meski demikian, ia menekankan bahwa kemajuan di arena pertandingan harus diikuti dengan peningkatan keterlibatan perempuan di luar lapangan, termasuk sebagai pelatih, ofisial, pemimpin tim, hingga pengambil keputusan dalam organisasi olahraga.
Ia menambahkan bahwa peran relawan dalam Olimpiade Milano Cortina 2026 juga mencerminkan kemajuan tersebut, dengan lebih dari separuh relawan yang terlibat merupakan perempuan.
Bagi Kirsty Coventry, Olimpiade memiliki kekuatan untuk menginspirasi generasi berikutnya.
Ia mengaku momen paling berkesan baginya selama penyelenggaraan Olimpiade adalah ketika melihat putrinya bertemu dengan para atlet yang menjadi panutannya.
Momen tersebut, menurut Coventry, menjadi pengingat bahwa Olimpiade bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang inspirasi, koneksi, dan harapan akan masa depan yang lebih inklusif.
Artikel Tag: IOC, Kirsty Coventry