Kanal

Kecepatan Brutal Manny Pacquiao Tamatkan Karier De La Hoya

Penulis: Abdi Ardiansyah
24 Jan 2026, 22:35 WIB

Oscar De La Hoya saat bertanding melawan Manny Pacquiao pada 2008

Berita Tinju: Performa luar biasa Manny Pacquiao saat menghadapi Oscar De La Hoya menjadi titik balik penting dalam sejarah tinju dunia. Dalam laga yang digelar pada 2008 tersebut, Pacquiao memanfaatkan keunggulan kecepatan, refleks, dan kombinasi pukulan untuk mendominasi pertarungan sejak ronde awal hingga akhirnya memaksa sudut De La Hoya menghentikan laga pada ronde kedelapan.

Pada periode itu, Pacquiao sedang berada di puncak performa. Ia mencatat kemenangan knockout beruntun atas nama besar seperti Ricky Hatton dan Miguel Cotto, sekaligus menegaskan statusnya sebagai salah satu petinju terbaik lintas generasi. Sebelum duel melawan De La Hoya, petinju asal Filipina tersebut telah mengoleksi gelar juara dunia di tujuh divisi berbeda, sebuah pencapaian langka dalam dunia tinju profesional.

Meski bertarung di kelas welterweight, Pacquiao kerap menghadapi lawan dengan postur dan bobot tubuh lebih besar. Namun, keterbatasan fisik itu ditutupi dengan kecepatan kaki, akurasi pukulan, serta kemampuan membaca pergerakan lawan. Hal serupa terlihat jelas saat menghadapi De La Hoya yang secara natural memiliki ukuran tubuh lebih besar.

Oscar De La Hoya sendiri turun dengan kondisi berat badan yang jauh dari ideal. Ia harus menurunkan bobot hingga 145 pon, sementara Pacquiao menimbang 142 pon saat penimbangan. Penurunan berat badan drastis tersebut berdampak besar pada stamina dan daya tahan De La Hoya di dalam ring.

Sejak ronde pertama, Manny Pacquiao tampil agresif dan terus menekan. De La Hoya kesulitan mengimbangi tempo tinggi dan kecepatan kombinasi pukulan lawannya. Hingga akhirnya, tim De La Hoya memutuskan menghentikan pertarungan demi keselamatan sang petinju, menandai laga terakhir dalam karier profesional The Golden Boy.

Sebelum menghadapi Pacquiao, De La Hoya sudah lama tidak bertarung di kelas welterweight sejak kemenangan atas Arturo Gatti pada 2001. Ia juga datang dengan catatan kekalahan dari Shane Mosley, Bernard Hopkins, dan Floyd Mayweather Jr, yang turut memengaruhi kondisi mental dan fisiknya.

Menariknya, seusai laga, Pacquiao tetap menunjukkan rasa hormat kepada idolanya. Ia menyebut De La Hoya sebagai sosok yang menginspirasinya sejak awal karier. De La Hoya pun membalas dengan pernyataan penuh respek, mengakui bahwa Pacquiao kini pantas menjadi panutan.

Kemenangan atas De La Hoya menjadi batu loncatan penting bagi Manny Pacquiao sebelum ia melanjutkan dominasinya, termasuk kemenangan cepat atas Ricky Hatton dan keberhasilan merebut gelar dunia kelas welter WBO dari Miguel Cotto.

Artikel Tag: Manny Pacquiao, oscar de la hoya

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru