Kanal

Perang Kata Ryan Garcia dan Joe Goossen Warnai Konferensi Pers Pembuka

Penulis: Hanif Rusli
24 Jan 2026, 05:39 WIB

Ryan Garcia (kanan) dan Joe Goossen sempat bekerja sama dalam tiga pertarungan sebelum berpisah usai kekalahan dari Gervonta Davis pada 2023. (Foto: Fight TV)

Api konflik lama kembali menyala antara Ryan Garcia dan mantan pelatihnya, Joe Goossen.

Ketegangan itu mencuat dalam konferensi pers pembuka jelang duel utama “The Ring: High Stakes” pada 21 Februari di T-Mobile Arena, Las Vegas, yang akan disiarkan melalui DAZN PPV.

Dalam laga tersebut, Ryan Garcia akan menantang juara dunia WBC kelas welter, Mario Barrios, yang kini dilatih oleh Goossen.

Garcia dan Goossen sempat bekerja sama dalam tiga pertarungan sebelum berpisah usai kekalahan KO ronde ketujuh Garcia dari Gervonta “Tank” Davis pada 2023.

Sejak saat itu, hubungan keduanya memburuk.

Di atas panggung konferensi pers di Los Angeles, Ryan Garcia tak menutupi kekecewaannya. Ia bahkan menyebut Goossen sebagai “pengkhianat” dan memberinya kaus bertuliskan “I’m a traitor”, yang langsung dilempar kembali oleh Goossen.

Dengan nada emosional, Garcia mengungkap rasa sakit hatinya karena Goossen tidak hadir setelah kekalahannya dari Davis.

Ia juga menyiratkan bahwa mantan pelatihnya mungkin menjadi sumber bocornya informasi dari kamp latihannya kala itu.

Meski begitu, Ryan Garcia menegaskan konflik ini justru memompa semangatnya jelang pertarungan terbesar dalam kariernya di kelas welter.

Goossen, yang terlihat heran dengan pernyataan Garcia, menegaskan bahwa tidak ada dendam pribadi dalam pekerjaannya.

Ia menekankan fokusnya semata-mata untuk membawa petinjunya menang.

Menurut Goossen, melatih petarung melawan mantan anak asuh bukan hal baru baginya, dan pengalaman masa lalu tidak akan memengaruhi persiapan Barrios.

Sementara itu, Barrios menegaskan bahwa keputusannya menunjuk Goossen sebagai pelatih sama sekali tidak berkaitan dengan masa lalu Goossen bersama Garcia.

Ia menyebut perubahan pelatih sebagai langkah strategis untuk fase akhir kariernya.

Barrios juga mengaku puas dengan jalannya kamp latihan dan siap menjalani laga ketiganya sebagai juara bertahan.

Bagi Garcia, pertarungan ini menjadi kesempatan kedua di kelas welter setelah kalah mengejutkan dari Rolando Romero.

Ia berjanji tampil jauh lebih fokus dan berbahaya. Kini dilatih oleh ayahnya sendiri, Henry Garcia, Ryan yakin versi terbaik dirinya akan muncul pada 21 Februari nanti.

Dengan drama personal, gengsi, dan sabuk juara dunia sebagai taruhan, duel Garcia vs Barrios dipastikan bukan sekadar pertarungan biasa, melainkan ajang pembuktian di atas dan di luar ring.

Artikel Tag: Ryan Garcia, Joe Goossen, Mario Barrios, Las Vegas, Amerika Serikat

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru