Kanal

Johannes Dale-Skjevdal Raih Emas Mass Start Biathlon 15 Km di Milan-Cortina

Penulis: Hanif Rusli
21 Feb 2026, 21:59 WIB

Johannes Dale-Skjevdal tampil sempurna dengan menembak tepat sasaran dalam 20 percobaan dan mencatat waktu 39 menit 17,1 detik. (Foto: AP)

Atlet Norwegia, Johannes Dale-Skjevdal, merebut medali emas nomor mass start 15 kilometer putra pada Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026, Jumat (20/2), di Anterselva.

Johannes Dale-Skjevdal tampil sempurna dengan menembak tepat sasaran dalam 20 percobaan dan mencatat waktu 39 menit 17,1 detik.

Penampilan tersebut menjadi satu-satunya catatan tembakan bersih dari 30 peserta yang turun di lomba ini.

Bagi Johannes Dale-Skjevdal, hasil tersebut sekaligus menghadirkan medali Olimpiade pertama dalam kariernya.

“Saya merasa ini akhir yang sangat baik untuk Olimpiade pertama saya, dan ini juga pertama kalinya saya menembak 20 dari 20. Melakukannya di hari seperti ini sungguh luar biasa,” ujar Johannes Dale-Skjevdal.

Atlet berusia 28 tahun itu sebelumnya tidak masuk dalam susunan tim estafet campuran maupun estafet putra Norwegia pada awal ajang.

Namun di nomor mass start, ia menunjukkan performa berbeda.

Momen penentu terjadi setelah sesi tembakan ketiga ketika ia mulai membuka jarak dan memasuki tembakan berdiri terakhir sendirian di lapangan tembak.

“Datang sendirian ke lapangan tembak di Antholz, di Olimpiade, pada nomor favorit saya mass start, adalah situasi yang selalu diimpikan,” katanya.

Norwegia memastikan finis satu-dua melalui Sturla Holm Laegreid yang meraih perak. Laegreid hanya sekali meleset dan finis 10,5 detik di belakang kompatriotnya.

Hasil tersebut menjadi medali kelima Laegreid di Milano-Cortina 2026 setelah naik podium di seluruh nomor putra, baik individu maupun estafet.

“Ini hari yang spesial. Saya pernah mendapat medali saat ulang tahun sebelumnya, tapi belum pernah di Olimpiade,” ujar Laegreid yang genap berusia 29 tahun pada hari lomba.

Ia menilai kondisi lintasan cukup berat dengan salju lambat dan angin kencang di lapangan tembak.

Medali perunggu diraih wakil Prancis, Quentin Fillon Maillet, yang tertinggal 25,6 detik meski menerima empat penalti. Ia berhasil menyalip atlet Jerman, Philipp Horn, pada putaran terakhir.

Bagi Fillon Maillet, ini merupakan medali keempatnya di Milano-Cortina dan medali Olimpiade kesembilan sepanjang kariernya.

Catatan tersebut menjadikannya atlet Prancis dengan koleksi medali Olimpiade terbanyak, baik di Olimpiade Musim Panas maupun Musim Dingin.

Ia juga menjadi satu-satunya atlet Prancis yang pernah meraih medali di seluruh nomor biathlon Olimpiade, termasuk individual, sprint, pursuit, mass start, estafet putra, dan estafet campuran.

Sementara itu, Horn harus puas finis di posisi keempat dengan satu kali kesalahan tembak dan terpaut 35,5 detik dari juara.

Ia menyebut hasil tersebut mengecewakan, terlebih karena menjadi penampilan Olimpiade terakhirnya.

Nomor mass start 12,5 km putri dijadwalkan berlangsung Sabtu (21/2) sebagai penutup cabang biathlon di Milano-Cortina 2026.

Artikel Tag: Olimpiade Musim Dingin, Milano Cortina 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru