Kanal

Paruh Pertama Olimpiade Milan-Cortina: Bintang Baru Bersinar, Rekor Pecah

Penulis: Hanif Rusli
16 Feb 2026, 19:49 WIB

Isabella dan Rasmus Wrana mewakili pasangan saudara yang sukses meraih medali emas di Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026. (AP)

Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 telah mencapai titik tengah, menghadirkan pertunjukan olahraga salju dan es yang memukau dari para atlet di empat klaster venue.

Sejauh ini, rekor-rekor telah pecah, atlet veteran tetap bertahan, dan para bintang baru menunjukkan taring mereka, sementara semangat Olimpiade tercermin tidak hanya di podium, tetapi juga dalam perjuangan pribadi para atlet.

Norwegia memimpin klasemen medali dengan 10 emas, didukung dominasi di cross-country skiing, ski jumping, dan Nordic combined.

Italia, sebagai tuan rumah, menempati posisi kedua dengan enam emas, berprestasi di speed skating, luge, dan alpine skiing.

Amerika Serikat menunjukkan keseimbangan dengan lima emas, delapan perak, dan empat perunggu.

Namun, angka medali saja tidak cukup menggambarkan persaingan yang dipenuhi kecepatan, presisi, dan tekad para atlet.

American speed skating Jordan Stolz menegaskan dominasinya dengan memecahkan rekor Olimpiade untuk meraih emas di nomor 1.000 dan 500 meter putra.

Veteran Italia Francesca Lollobrigida menggemparkan publik dengan meraih emas di 3.000 dan 5.000 meter putri, memadukan pengalaman dan daya tahan.

Bintang muda Ceko Metodej Jilek menjuarai nomor 10.000 meter putra, sementara snowboarder Korea Selatan Choi Ga-on meraih emas pertama negaranya meski sempat jatuh dua kali.

Drama juga hadir di nomor yang sangat tipis perbedaannya.

Di final moguls putra, atlet Australia Cooper Woods menang atas legenda Kanada Mikael Kingsbury dengan selisih tipis, menunjukkan bahwa di Olimpiade, kemenangan sering ditentukan dalam milimeter.

Gelaran Milan-Cortina 2026 tidak hanya soal medali.

Momen emosional hadir ketika Lindsey Vonn, legenda alpine skiing Amerika, mengalami cedera serius di women's downhill, dan biathlete Norwegia Sivert Guttorm Bakken meninggal sebelum kompetisi dimulai.

Di sisi positif, kisah manis muncul saat Breezy Johnson menerima lamaran pernikahan usai super-G putri, serta berbagai pasangan saudara dan ibu-anak mencatat sejarah di ski jumping, curling, dan alpine skiing.

Paruh kedua Milan-Cortina akan menampilkan persaingan sengit di berbagai cabang, dengan lebih banyak medali yang akan diperebutkan.

Namun, momen yang melampaui kemenangan dan kekalahan tetap menjadi inti cerita Olimpiade yang abadi, mengingatkan dunia mengapa ajang ini selalu menjadi panggung bagi prestasi, emosi, dan inspirasi.

Artikel Tag: olimpiade, Olimpiade Musim Dingin, Milano Cortina 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru