Jai Opetaia Tinggalkan Matchroom, Era Baru Bersama Dana White Dimulai
Jai Opetaia
Berita Tinju: Jai Opetaia resmi menjadi juara dunia pertama yang direkrut oleh Zuffa Boxing, promotor anyar milik Dana White yang selama ini dikenal sebagai sosok dominan di dunia UFC. Keputusan petinju asal Australia itu menandai babak baru dalam kariernya, sekaligus memunculkan pertanyaan besar terkait arah masa depannya di kelas cruiserweight.
Opetaia pertama kali merebut sabuk IBF pada 2022 setelah menaklukkan Mairis Briedis dalam kondisi rahang patah, sebuah kemenangan yang langsung mengangkat namanya sebagai kekuatan utama di kelas 200 pon. Ia sempat kehilangan gelar tersebut pada 2023 akibat menolak laga wajib, namun berhasil merebutnya kembali setahun kemudian. Sejak saat itu, Opetaia konsisten menyuarakan keinginan menjalani pertarungan unifikasi melawan juara lain, terutama Gilberto Ramirez yang memegang gelar WBA dan WBO.
Pengumuman bergabungnya Jai Opetaia ke Zuffa Boxing memicu kebingungan di kalangan penggemar. Dana White sebelumnya menegaskan tidak ingin bergantung pada empat badan tinju utama dan lebih memprioritaskan sabuk The Ring serta rencana gelar internal Zuffa. Namun, Opetaia justru menegaskan bahwa target utamanya tetap mengoleksi seluruh sabuk demi status juara dunia tak terbantahkan.
Eddie Hearn selaku bos Matchroom Boxing akhirnya angkat bicara mengenai berakhirnya kerja sama tersebut. Dalam wawancara bersama IFL TV, Hearn menjelaskan bahwa keterlibatan Matchroom dalam karier Opetaia sebenarnya sudah menurun dalam dua tahun terakhir.
“Kami sudah lama tidak mempromosikan Jai secara langsung. Beberapa laga terakhir sepenuhnya ditangani Mick Francis dan Tasman Fighters. Masalah terbesarnya, saya tidak bisa menghadirkan pertarungan besar yang diinginkan Jai,” ujar Hearn dengan nada jujur.
Ia menambahkan bahwa kegagalan merealisasikan duel melawan Ramirez membuat karier Opetaia terkesan stagnan, meski performanya di atas ring tetap impresif. Menurut Hearn, keputusan Opetaia mencari jalur baru adalah langkah realistis demi menjaga momentum.
Hearn juga menilai kesepakatan dengan Zuffa Boxing bisa menjadi pilihan tepat selama janji unifikasi benar benar diwujudkan. Ia menyebut Noel Mikaelian, pemegang gelar WBC, sebagai opsi logis jika Opetaia ingin melangkah menuju pertarungan unifikasi.
Sementara itu, Dana White belakangan memberi sinyal lebih fleksibel dengan menyatakan kesediaannya bekerja sama dengan badan tinju utama dalam situasi tertentu. Hal ini membuka peluang bahwa ambisi Jai Opetaia untuk menyatukan gelar tidak sepenuhnya tertutup.
Dengan usia yang masih produktif dan reputasi sebagai salah satu petinju paling ditakuti di kelas cruiserweight, langkah Opetaia ke Zuffa Boxing kini menjadi pertaruhan besar. Jika janji pertarungan elite benar terwujud, keputusan ini bisa menjadi titik balik penting dalam sejarah kariernya.
Artikel Tag: Jai Opetaia, Dana White, Matchroom Boxing