Scott O'Neil Belum Pastikan Empat Turnamen LIV Golf Digelar
Scott O'Neil mengatakan LIV Golf masih mempercayai komitmen PIF untuk terus mendanai kompetisi hingga musim 2026 berakhir. (Foto: Golf Digest)
CEO LIV GolfScott O'Neil belum dapat memberikan kepastian bahwa empat turnamen terakhir musim 2026 akan tetap berlangsung sesuai jadwal.
Ketidakpastian ini memicu kekhawatiran mengenai keberlanjutan pendanaan dari Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi.
Dalam wawancara dengan CNBC pada awal pekan ini, Scott O'Neil mengatakan LIV Golf masih mempercayai komitmen PIF untuk terus mendanai kompetisi hingga musim 2026 berakhir.
Namun, ia tidak memberikan jaminan ketika ditanya secara langsung mengenai kepastian penyelenggaraan empat turnamen yang tersisa.
"Saya bisa mengatakan bahwa mereka sejauh ini merupakan mitra yang luar biasa. Anda harus mempercayai organisasi sebesar PIF. Mereka sudah menyatakan secara terbuka akan mendanai kami hingga akhir musim, sehingga kami tetap melaju penuh. Para pemain sudah berkomitmen, begitu juga tim manajemen," kata Scott O'Neil.
Namun, ketika diminta memastikan apakah seluruh turnamen yang tersisa akan tetap digelar sesuai jadwal, O'Neil memilih tidak memberikan jawaban tegas.
"Yang bisa saya jamin adalah peluang investasi yang sangat menarik jika Anda ingin menanamkan modal di bisnis ini," ujarnya.
Turnamen LIV Golf berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 23-26 Juli di JCB Golf & Country Club, Rocester, Inggris.
Setelah itu, rangkaian kompetisi berlanjut dengan tiga turnamen di Amerika Serikat, yakni di Trump National Golf Club, Bedminster, New Jersey pada 6-9 Agustus, The Club at Chatham Hills di Westfield, Indiana pada 20-23 Agustus, serta Kejuaraan Beregu penutup musim di The Cardinal at Saint John's, Plymouth, Michigan pada 27-30 Agustus.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Scott O'Neil tengah berupaya menghimpun pendanaan baru senilai 350 juta dolar AS untuk menggantikan dukungan finansial PIF.
Hingga akhir musim ini, total investasi PIF ke LIV Golf diperkirakan telah melampaui 6 miliar dolar AS.
O'Neil mengungkapkan proses pencarian investor baru terus berjalan.
Dalam pekan ini saja, ia telah menggelar lima pertemuan dengan calon investor dan masih memiliki 18 agenda pertemuan lainnya.
"Kami memiliki momentum bisnis yang sangat baik. Yang tidak kami miliki adalah banyak waktu. Karena itu kami bergerak sangat cepat untuk berbicara dengan para pihak yang berminat. Kami menyukai minat yang ada, tetapi proses ini harus selesai sebelum musim panas berakhir," katanya.
Ia menambahkan, LIV Golf sedang menyiapkan model bisnis baru apabila pendanaan berhasil diperoleh.
Menurut O'Neil, liga akan menerapkan pendekatan yang lebih disiplin dalam mengelola anggaran dengan memangkas berbagai pengeluaran secara signifikan.
O'Neil optimistis LIV Golf dapat mulai menghasilkan keuntungan dalam waktu tiga tahun apabila pendanaan baru berhasil diamankan dan proses peluncuran ulang kompetisi berjalan sesuai rencana.
Sebelumnya, Front Office Sports melaporkan bahwa pendanaan LIV Golf berpotensi habis sebelum musim berakhir.
Media tersebut mengutip seorang eksekutif senior dari salah satu mitra liga yang menyebut seluruh turnamen yang tersisa masih berada dalam kondisi belum pasti.
Laporan itu semakin memicu spekulasi mengenai masa depan LIV Golf, yang sejak diluncurkan pada 2022 bergantung pada dukungan finansial PIF sebagai sumber pendanaan utama operasional kompetisi.
Artikel Tag: Public Investment Fund, LIV Golf, Scott O'Neil