LIV Golf Bangkrut, Sergio Garcia Ajukan Pembatalan Kontrak ke Pengadilan
Sergio Garcia
Berita Golf - Krisis finansial yang menimpa LIV Golf memaksa pihak penyelenggara mengajukan proteksi kebangkrutan Babak 11 di New Jersey. Meski CEO Scott O'Neil tengah berupaya merancang konsep baru bertajuk LIV 2.0 untuk musim 2027, ketidakpastian ini justru memicu kekhawatiran para pegolf top dunia, termasuk Sergio Garcia, mengenai kelanjutan karier profesional mereka.
Juara Masters 2017 tersebut menjadi salah satu atlet yang mengambil tindakan tegas. Melalui tim kuasanya, Garcia telah melayangkan permohonan resmi ke pengadilan untuk memperjelas status hukum kesepakatannya. Pegolf asal Spanyol itu meminta hakim menyatakan bahwa kontrak kerjanya telah berakhir imbas kebangkrutan liga, atau memberikan izin baginya untuk membatalkan kontrak secara mandiri.
Langkah hukum ini diambil karena status kontrak yang menggantung dinilai dapat merugikan masa depan profesional Garcia. Tim pengacaranya menjelaskan bahwa tanpa adanya pembatalan kontrak secara resmi, para sponsor serta penyelenggara turnamen lain akan ragu untuk menjalin kerja sama baru dengannya. Kepastian status sangat krusial bagi seorang atlet profesional untuk menyusun agenda kompetisi jangka panjang.
Jika permohonannya dikabulkan, Sergio Garcia akan memiliki fleksibilitas penuh untuk menentukan arah kariernya. Salah satu opsi yang berpeluang besar diambil adalah fokus bertanding di DP World Tour. Perselisihan hukum antara Garcia dan pihak DP World Tour sendiri telah diselesaikan, sehingga membuka jalan baginya untuk kembali bersaing secara penuh.
Di sisi lain, peluang untuk kembali ke panggung PGA Tour juga tetap terbuka. Pihak PGA Tour sebelumnya menegaskan bahwa setiap mantan pemain LIV Golf wajib membuktikan diri telah benar-benar lepas dari seluruh keterikatan kontrak lama sebelum diizinkan kembali bergabung.
Artikel Tag: PGA tour, sergio garcia, LIV Golf, Scott O'Neil