Froch Jagokan Amir Khan Menang atas Conor Benn
Amir Khan
Berita Tinju - Nama Amir Khan kembali menjadi pembahasan setelah Carl Froch memberikan penilaian mengenai bagaimana mantan juara dunia tersebut akan tampil jika berhadapan dengan Conor Benn di kelas welter.
Menurut Froch, Khan memiliki kualitas yang membuatnya lebih unggul dibanding Benn. Kecepatan tangan, kemampuan teknik, serta pengalaman menghadapi petinju papan atas menjadi alasan utama Froch menjagokan Khan.
"Saya memilih Khan. Dia punya kemampuan, bukan? Dia adalah peraih medali perak Olimpiade yang kemudian berhasil menjadi juara dunia. Dia terlalu bagus, sangat terampil, dan mungkin juga terlalu cepat untuk Conor Benn. Jadi, saya akan selalu memilih Amir Khan," ujar Froch melalui kanal YouTube Froch on Fighting.
Penilaian tersebut tidak lepas dari pencapaian Khan pada masa terbaiknya. Petinju kelahiran Bolton itu merupakan salah satu talenta paling menjanjikan di generasinya sejak meraih medali perak pada Olimpiade Athena 2004 ketika baru berusia 17 tahun.
Khan kemudian membangun karier profesional dengan mengandalkan kecepatan tangan dan kombinasi pukulan yang agresif. Pada 2009, ia merebut gelar WBA kelas welter super setelah mengalahkan Andreas Kotelnik melalui keputusan angka.
Setelah menjadi juara dunia, Khan menghadapi sejumlah nama besar. Ia berhasil mengalahkan petinju seperti Paulie Malignaggi dan Marcos Maidana, sebelum menyatukan gelar WBA dan IBF dengan kemenangan knockout atas Zab Judah pada 2011.
Pertarungan melawan Maidana menjadi salah satu penampilan paling dikenang dalam karier Khan. Ia mampu memanfaatkan kecepatan dan pergerakannya untuk mendominasi sebagian besar pertandingan, meski sempat berada dalam tekanan besar pada ronde ronde akhir sebelum akhirnya menang angka.
Namun, kecepatan dan teknik bukan berarti Khan tidak memiliki kelemahan. Daya tahan terhadap pukulan keras menjadi salah satu persoalan yang kerap muncul sepanjang kariernya. Ia beberapa kali mengalami kekalahan knockout, termasuk ketika Saul Canelo Alvarez menghentikannya pada ronde keenam pada 2016.
Khan kemudian menghadapi Terence Crawford pada 2019 dalam pertarungan perebutan gelar WBO kelas welter. Crawford menghentikannya pada ronde keenam, sekaligus menjadi pertarungan perebutan gelar dunia terakhir dalam karier Khan.
Meski demikian, Froch tetap melihat versi terbaik Khan sebagai petinju yang sangat sulit dihadapi. Menurutnya, apabila Khan berada dalam kondisi terbaik dan mampu menjaga jarak, kecepatan yang dimilikinya dapat menjadi masalah besar bagi Benn.
Benn sendiri memiliki gaya bertarung yang lebih mengandalkan tekanan dan kekuatan pukulan. Namun, bagi Froch, agresivitas tersebut justru berpotensi membuat Benn kesulitan mengejar Khan yang dikenal memiliki pergerakan cepat.
Duel tersebut hanya sebatas perbandingan karena Amir Khan telah pensiun dari tinju profesional. Namun, komentar Froch kembali menunjukkan betapa tinggi reputasi Khan pada masa puncak kariernya, terutama dalam hal kecepatan dan kemampuan teknik.
Artikel Tag: Amir Khan, WBC, kelas welter, Carl Froch, kelas menengah, Kelas Welter Super, conor benn