Masa Depan Gianpiero Lambiase di Red Bull Akhirnya Terjawab
Max Verstappen dan Gianpiero Lambiase
Berita F1: Nama Gianpiero Lambiase sempat menjadi perbincangan hangat di lingkungan Formula 1 dalam beberapa bulan terakhir. Isu mengenai masa depannya mencuat usai Grand Prix Abu Dhabi, ketika sejumlah sumber menyebut bahwa perannya di Red Bull untuk musim mendatang akan dievaluasi selama jeda musim dingin, terutama karena faktor pribadi.
Kondisi tersebut turut menjelaskan absennya Lambiase pada beberapa seri penting, termasuk Grand Prix Austria dan Belgia. Situasi yang sama juga disebut memengaruhi emosinya yang terlihat lebih terbuka setelah balapan penutup musim, di tengah periode yang tidak sepenuhnya mulus bagi Red Bull.
Spekulasi pun berkembang, mengaitkan pria berusia 45 tahun itu dengan sejumlah tim lain seperti Aston Martin dan Williams. Ketertarikan tersebut dinilai masuk akal, mengingat reputasi Gianpiero Lambiase sebagai salah satu insinyur balap paling dihormati di Formula 1. Dalam beberapa tahun terakhir, tanggung jawabnya di Red Bull terus bertambah dan melampaui peran tradisional seorang insinyur balap.
Selain menjadi partner strategis Max Verstappen di lintasan, Lambiase juga menjabat sebagai kepala balap Red Bull. Kombinasi peran tersebut membuatnya menjadi figur sentral dalam pengambilan keputusan teknis dan operasional tim, terutama di era dominasi Verstappen yang meraih beberapa gelar juara dunia bersama Red Bull.
Informasi terbaru memastikan bahwa Gianpiero Lambiase akan tetap menjalankan peran yang sama di Red Bull untuk musim ini. Keputusan tersebut sekaligus meredam spekulasi jangka pendek mengenai kepindahannya. Meski demikian, peluang untuk berpindah tim di masa depan belum sepenuhnya tertutup. Hingga saat ini, belum ada keputusan final terkait pendekatan dari tim lain, sementara kontrak Lambiase dengan Red Bull masih berlaku hingga akhir 2027.
Dalam dunia Formula 1, perpindahan figur senior memang kerap diwarnai kompleksitas kontrak dan masa cuti berkebun. Contoh terbaru adalah Will Courtenay, yang akan bergabung dengan McLaren sebagai direktur olahraga. Awalnya ia masih terikat kontrak dengan Red Bull hingga pertengahan 2026, sebelum akhirnya kedua tim mencapai kesepakatan agar proses transisi bisa dipercepat.
Perubahan juga terjadi di lingkar teknis yang mendukung Verstappen. Sejumlah personel lama memilih tantangan baru, termasuk David Geoffrey Mart yang kini bergabung dengan proyek Audi. Meski begitu, insinyur performa Tom Hart dipastikan tetap bersama Red Bull untuk musim ini dan akan menyelesaikan musim 2026 sebelum pindah ke Williams.
Di sisi mekanik, Red Bull juga kehilangan sosok penting. Matt Caller, mekanik nomor satu Verstappen, diketahui bergabung dengan proyek Formula 1 Audi yang dipimpin mantan petinggi Red Bull, Jonathan Wheatley. Perubahan ini menandai dinamika baru di balik layar tim juara dunia tersebut.
Artikel Tag: Gianpiero Lambiase, Max Verstappen, Red Bull, F1 2026