Lando Norris Ungkap Detik Menegangkan Jelang Kunci Gelar Juara Dunia F1
Lando Norris
Berita F1: Lando Norris membagikan kisah emosional tentang apa yang ia rasakan dan pikirkan saat menjalani dua lap terakhir Grand Prix Abu Dhabi, balapan penutup musim yang mengantarkannya meraih gelar juara dunia Formula 1 untuk pertama kalinya. Dalam balapan tersebut, Norris finis di posisi ketiga dan memastikan gelar juara dengan keunggulan tipis dua poin atas Max Verstappen, yang memenangkan lomba.
Musim 2025 berjalan ketat dengan dominasi McLaren melalui Norris dan Oscar Piastri. Namun, persaingan memanas di paruh akhir musim ketika Verstappen bersama Red Bull kembali menemukan performa terbaiknya, membuat perebutan gelar menjadi pertarungan tiga arah hingga seri terakhir di Sirkuit Yas Marina.
Dalam episode terbaru kanal YouTube pribadinya, LandoLog, Norris mengaku pekan jelang balapan penentuan terasa membingungkan secara emosional. “Menjelang balapan terbesar dalam hidup saya, saya tidak tahu harus bersikap seperti apa. Antara bersemangat, takut, atau gugup,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa rasa gugup adalah hal yang selalu ia alami di setiap balapan, termasuk kualifikasi.
Namun, begitu duduk di kokpit, perasaannya justru berubah. “Saat berada di dalam mobil, saya merasa tenang dan siap. Rasanya seperti hari kerja biasa, meski di kepala saya sadar, ini adalah momen penentuan,” tutur pebalap asal Inggris tersebut. Menurut Norris, sebagian besar balapan terasa normal seperti grand prix lainnya.
Ketegangan baru benar-benar muncul ketika lomba memasuki dua lap terakhir. Norris mengaku pikirannya mulai melayang, awalnya memikirkan kondisi mobilnya. “Waktu terasa melambat. Saya memikirkan setiap baut, kabel, dan detail kecil, sambil bertanya apa yang bisa saja salah ketika semuanya terlihat berjalan sempurna,” katanya.
Di tengah fokus menjaga mobil tetap di lintasan, Lando Norris justru teringat perjalanan panjang kariernya. Ia membayangkan hari pertamanya mengendarai gokart, berlatih di lintasan kecil, hingga menapaki berbagai jenjang balap seperti Formula 4, Formula 3, Formula 2, dan akhirnya Formula 1. Semua kenangan itu hadir singkat dalam pikirannya saat mobil terus melaju.
Memasuki sektor terakhir, perhatian Norris tertuju pada keluarganya. Ia membayangkan ibunya di garasi tim, lalu sosok ayah, saudara, dan orang-orang terdekatnya. “Di situlah saya mulai benar-benar menyadari apa yang akan terjadi,” ucapnya. Emosi pun memuncak ketika ia keluar dari tikungan terakhir dan menyadari bahwa 18 tahun perjalanan hidupnya bermuara pada satu momen bersejarah itu.
Artikel Tag: lando norris, McLaren, F1 2025, F1 2026