Kanal

Ezra Taylor Puji Peran Malik Scott: “Dia Otak di Balik Perkembangan Saya”

Penulis: Hanif Rusli
05 Jan 2026, 09:59 WIB

Ezra Taylor (kanan) berpose bersama Malik Scott. (Foto: Fight TV)

Petinju kelas light-heavyweight asal Nottingham, Ezra Taylor, menegaskan bahwa kolaborasinya dengan Malik Scott membawanya ke level yang benar-benar baru.

Selama bertahun-tahun, Taylor kerap disebut sebagai petinju “paket lengkap”, namun baru setelah berlatih di bawah arahan Scott ia merasa pantas menyandang label tersebut.

Ezra Taylor (13-0, 9 KO) sebenarnya tampil tanpa cela dalam 11 laga profesional pertamanya.

Karena itu, keputusannya pindah ke Los Angeles untuk berganti pelatih awal tahun ini sempat mengejutkan banyak pihak.

Namun, bekerja sama dengan Malik Scott—mantan penantang kelas berat yang kini dikenal sebagai pelatih cerdas—membuka dimensi baru dalam kariernya.

Awal kerja sama itu nyaris berantakan.

Ezra Taylor sempat ditahan selama 23 jam di pusat detensi Amerika Serikat dan dideportasi kembali ke Inggris saat mencoba masuk ulang dari Meksiko, hanya dua pekan sebelum pertarungannya melawan Troy Jones.

Meski demikian, gangguan tersebut tak menggoyahkan fokusnya.

Taylor justru tampil meyakinkan dengan kemenangan angka mutlak atas Jones, lalu melanjutkannya dengan menghentikan Steed Woodall di ronde kesembilan di O2 Arena London.

Kini Ezra Taylor kembali berada di Los Angeles untuk mempersiapkan laga terberat dalam kariernya sejauh ini.

Pada 24 Januari, ia akan menghadapi Willy Hutchinson, petinju peringkat 10 dunia versi The Ring, di Co-op Live Arena, Manchester.

Untuk pertama kalinya, Taylor berstatus underdog menurut bandar taruhan.

Namun, kepercayaan dirinya justru semakin tinggi. Menurut Taylor, kehadiran Malik Scott di sudut ring membuat pertarungan terasa seperti dua lawan satu.

Ia menyebut Scott bukan hanya pelatih, tetapi juga figur ayah, mentor, dan sosok yang membimbingnya secara mental maupun spiritual.

Selama masa persiapan, Taylor rela mengorbankan libur Natal demi menjalani kamp latihan intensif di Amerika.

Ia berlatih dua hingga tiga kali sehari, menyesuaikan diri dengan iklim, gaya latihan, dan kerasnya atmosfer sparring di Los Angeles.

Semua itu, menurutnya, terlihat jelas dalam peningkatan performa dari satu laga ke laga berikutnya.

Menghadapi Hutchinson yang dikenal licin dan sering berganti kuda-kuda, Taylor mengaku telah memiliki rencana matang.

Ia yakin publik mungkin telah melihat versi terbaik Hutchinson, tetapi belum melihat potensi maksimal dirinya.

“Malik adalah mastermind yang saya butuhkan,” ujar Taylor. “Saya hanya akan masuk ring dan menjadi Ezra Taylor versi terbaik.”

Artikel Tag: Ezra Taylor

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru