Ezra Taylor Jadikan Daniel Dubois Inspirasi untuk Kembali Berjaya
Ezra Taylor kini bersiap kembali naik ring dengan menghadapi mantan juara Eropa Brad Rea di AO Arena, Manchester, pada 7 November. (Foto: Fight TV)
Petinju kelas berat ringan asal Inggris, Ezra Taylor, menjadikan perjalanan karier juara dunia kelas berat WBO Daniel Dubois sebagai inspirasi untuk bangkit setelah mengalami kekalahan pertama dalam karier profesionalnya.
Taylor kini bersiap kembali naik ring dengan menghadapi mantan juara Eropa Brad Rea di AO Arena, Manchester, pada 7 November.
Ezra Taylor (13-1, 9 KO) kehilangan rekor tidak terkalahkannya setelah kalah angka dari Willy Hutchinson dalam pertarungan 10 ronde di Co-Op Live Arena, Manchester, pada 28 Maret.
Kekalahan tersebut membuat sejumlah pihak meragukan peluang petinju berusia 32 tahun itu untuk mencapai puncak dunia tinju.
Namun, Taylor memilih tidak terpengaruh oleh kritik tersebut. Ia justru mempelajari bagaimana petinju lain menghadapi kekalahan dan membangun kembali karier mereka.
Salah satu sosok yang menarik perhatiannya adalah Dubois, yang mampu bangkit setelah mengalami sejumlah kemunduran dalam perjalanan profesionalnya.
"Salah satu orang yang bisa saya sebut karena kisahnya cukup dekat adalah Daniel Dubois. Jika melihat perjalanan kariernya, itu sungguh luar biasa. Saya benar-benar ikut bahagia untuk dia dan timnya, termasuk Don Charles," kata Ezra Taylor kepada The Ring.
Dubois pernah mengalami kekalahan dari Joe Joyce sebelum kembali membangun kariernya melalui perjalanan yang lebih panjang dan sulit.
Petinju Inggris tersebut kemudian berhasil mencapai level tertinggi dan menjadi salah satu juara dunia kelas berat.
Menurut Taylor, perjalanan Dubois membuktikan bahwa kekalahan bukan akhir dari segalanya. Ia juga mengapresiasi bagaimana Dubois dan timnya mampu melewati berbagai rintangan hingga meraih kesuksesan.
Sepanjang kariernya, Taylor dikenal sebagai petinju yang memiliki kepercayaan diri tinggi.
Di bawah bimbingan pelatih Malik Scott, ia tampil agresif dan mengandalkan pukulan tangan kanannya untuk menghasilkan sejumlah kemenangan KO yang menarik perhatian.
Kekalahan dari Hutchinson menjadi pengalaman baru bagi Taylor karena sebelumnya ia belum pernah merasakan kegagalan di atas ring profesional.
Meski demikian, ia tidak berniat menghindari tantangan untuk membangun kembali reputasinya.
"Memang seperti itulah tinju. Tinju adalah tentang membangun cerita sendiri, melewati berbagai situasi naik dan turun, kemudian bangkit dan terus berjuang," ujarnya.
Taylor juga menegaskan bahwa perjalanan menuju gelar juara dunia akan menjadi pencapaian bersama timnya. Ia merasa telah melewati kemenangan dan kekalahan bersama orang-orang yang mendukung kariernya.
"Saya sudah merasakan kemenangan bersama tim, sekarang kami juga mengalami kekalahan bersama, dan berikutnya kami sedang menuju kemenangan lagi. Akan menjadi perasaan yang luar biasa ketika akhirnya kami memegang gelar juara dunia dan bisa melihat kembali semua rintangan yang telah dilewati," kata Taylor.
Pertarungan melawan Rea akan menjadi kesempatan bagi Taylor untuk membuktikan perkembangan dirinya setelah kekalahan dari Hutchinson. Duel tersebut akan disiarkan secara langsung melalui DAZN.
Artikel Tag: Daniel Dubois, Willy Hutchinson