Ryan Garner Tantang Jazza Dickens dalam Perebutan Gelar Interim WBC
Ryan Garner (kiri) dan Jazza Dickens. (Foto: Fight TV)
Petinju Inggris Ryan Garner akan menghadapi Jazza Dickens dalam pertarungan perebutan gelar interim kelas ringan junior (130 pound) versi WBC di Bournemouth International Centre pada 9 Januari.
Duel tersebut memiliki nilai emosional bagi Garner karena ia pernah menyaksikan rekan latihannya, Jon Fernandes, kalah dari Dickens hampir 14 tahun lalu.
Saat itu, Garner masih berusia 15 tahun ketika melakukan perjalanan pulang-pergi sejauh sekitar 500 mil dari Southampton ke Echo Arena, Liverpool.
Ia datang untuk menyaksikan Fernandes, yang ketika itu memiliki rekor 10 kemenangan tanpa kekalahan, menghadapi petinju kidal setempat, James Dickens, dalam perebutan gelar kelas bulu junior Inggris.
Jazza Dickens, yang akrab disapa Jazza, menang angka dengan keunggulan meyakinkan setelah 10 ronde.
Kekalahan tersebut menjadi yang pertama sekaligus terakhir dalam karier Fernandes, yang tidak pernah kembali bertinju setelah pertandingan itu.
Kini, Ryan Garner justru mendapat kesempatan menghadapi petinju yang sama.
Garner yang menempati peringkat kelima dunia versi The Ring memiliki rekor 20 kemenangan tanpa kekalahan, termasuk 10 kemenangan KO.
Sementara itu, Dickens berada di peringkat ketujuh dengan catatan 37 kemenangan dan enam kekalahan, termasuk 15 kemenangan KO. Petinju berusia 35 tahun tersebut merupakan mantan juara dunia kelas ringan junior.
"Saya tahu Jazza adalah petinju hebat dan dia akan masuk ring untuk mencoba mengalahkan saya. Saya harus tampil dalam kondisi terbaik untuk bisa melewati pertarungan itu," kata Garner dalam konferensi pers peluncuran pertandingan pada Jumat.
Ryan Garner juga mengenang kunjungan pertamanya ke Liverpool untuk menyaksikan Fernandes menghadapi Dickens.
Ia mengaku memiliki rasa hormat besar terhadap lawannya, yang telah berkarier di dunia tinju selama bertahun-tahun.
Namun, petinju berusia 29 tahun itu merasa sedang memasuki periode terbaik dalam kariernya dan masih memiliki banyak hal untuk dibuktikan.
Ia ingin menunjukkan kemampuannya dalam pertarungan mendatang.
Duel Januari tersebut akan menjadi penampilan ke-30 Dickens sejak mengalahkan Fernandes dan merebut gelar pertamanya.
Pertandingan utama dalam kartu promosi Queensberry Promotions yang disiarkan DAZN itu juga menjadi kesempatan bagi Dickens untuk kembali membuktikan dirinya di level tertinggi.
Jazza Dickens menegaskan ambisinya belum berakhir setelah sebelumnya berhasil menjadi juara dunia.
Petinju yang berlatih di bawah bimbingan Albert Aryrapetyan di Dubai itu masih ingin merebut gelar dunia lainnya dan menjadikan status juara tak terbantahkan sebagai tujuan akhir.
Ia juga menilai tekanan justru berada di pihak Garner karena lawannya berstatus petinju tak terkalahkan yang mempertahankan gelar interim.
Dickens mengaku memahami narasi bahwa dirinya dipersiapkan sebagai batu loncatan bagi Garner, tetapi bertekad menggagalkan rencana tersebut.
"Frank Warren adalah yang terbaik dalam bisnis ini untuk mempertemukan petinju dengan lawan pada waktu yang tepat. Namun, kali ini dia melakukan kesalahan dan kehilangan kendali," ujar Dickens.