☰
Kanal
✕

Ben Davison Tanggapi Kritik Usai Dua Kekalahan Wardley dari Dubois

Penulis: Hanif Rusli
05 Nov 2026, 07:01 WIB

Ben Davison dan timnya kemudian menuai kecaman karena dinilai terlambat menghentikan pertarungan untuk melindungi Wardley. (Foto: Fight TV)

Pelatih tinju Ben Davison mengakui dirinya mungkin seharusnya menghentikan pertarungan Fabio Wardley melawan Daniel Dubois beberapa ronde lebih awal dalam duel pertama mereka pada Mei lalu.

Pengakuan itu disampaikan setelah Davison dan timnya mendapat kritik karena membiarkan Wardley terus bertarung meski menerima banyak pukulan sebelum akhirnya kalah melalui penghentian wasit.

Wardley, yang saat itu berstatus juara kelas berat Organisasi Tinju Dunia (WBO), sempat menjatuhkan Dubois dua kali.

Namun, ia akhirnya dihentikan wasit Howard Foster pada ronde ke-11 setelah menerima serangkaian pukulan keras selama beberapa ronde di Co-op Live Arena, Manchester, pada 9 Mei.

Ben Davison dan timnya kemudian menuai kecaman karena dinilai terlambat menghentikan pertarungan untuk melindungi Wardley.

Dalam duel ulang yang berlangsung lima bulan kemudian, Wardley justru kalah melalui penghentian pada ronde kedua setelah Dubois tampil agresif.

Dalam wawancara terbuka dengan Playbook Boxing, Davison mengakui keputusan tersebut mungkin keliru.

"Ya, mungkin. Setelah melihat kembali, saya pikir pertarungan itu mungkin bisa dihentikan beberapa ronde lebih awal. Apakah Fabio akan senang dengan keputusan itu? Tidak. Namun, saya cukup berani untuk mengakui bahwa saya seharusnya bisa menghentikannya lebih awal. Kami semua bisa melakukan kesalahan," kata Ben Davison.

Ia menjelaskan bahwa petinju biasanya ingin terus bertarung hingga akhir, tetapi pelatih memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan mereka.

Menurut Davison, keputusan menghentikan pertarungan harus mempertimbangkan kondisi petinju dan situasi yang berkembang selama pertandingan maupun persiapan.

Pelatih berusia 33 tahun itu juga menanggapi kritik terhadap rekam jejaknya setelah sejumlah kekalahan besar.

Selain dua kekalahan Wardley dari Dubois, petinju asuhannya, Anthony Joshua, kalah KO dari Dubois pada September 2024.

Moses Itauma juga mengalami kekalahan mengejutkan melalui penghentian pada ronde kesembilan saat menghadapi Filip Hrgovic pada Agustus.

Davison membandingkan situasinya dengan Angelo Dundee, salah satu pelatih paling dihormati dalam sejarah tinju.

Pada awal 1970-an, Dundee menyaksikan sejumlah petinju asuhannya, termasuk Muhammad Ali, mengalami kekalahan sebelum Ali kemudian mengejutkan dunia dengan mengalahkan George Foreman.

Davison kini kembali bekerja sama dengan Joshua untuk menghadapi Tyson Fury pada 11 Desember di Principality Stadium, Cardiff.

Pertarungan tersebut memperebutkan gelar kelas berat WBA dan menjadi laga perebutan gelar dunia ke-20 bagi Davison sebagai pelatih.

Berbicara dari kamp latihan Joshua di Spanyol, Ben Davison mengatakan timnya telah menjalani 19 pertarungan gelar dunia dengan lima kekalahan.

Ia juga menyoroti keberhasilan meraih dua gelar juara Inggris, satu gelar Eropa, dan gelar juara dunia kelas berat dalam 12 bulan terakhir.

Meski demikian, ia mengakui periode tersebut dinilai buruk oleh banyak pihak.

Artikel Tag: Ben Davison, Daniel Dubois, Fabio Wardley

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru