Canelo Alvarez Akui Masih Ingin Balas Dendam pada Terence Crawford
Canelo Alvarez
Berita Tinju - Saul Canelo Alvarez mengakui dirinya tidak berada dalam kondisi mental terbaik ketika kalah dari Terence Crawford pada pertarungan tahun lalu. Mantan juara dunia empat divisi itu menilai aspek psikologis menjadi penyebab terbesar di balik salah satu kekalahan paling mengejutkan dalam kariernya.
Canelo memulai karier profesional sejak usia 15 tahun dan sempat mencatat rekor impresif tanpa kekalahan dalam 43 pertarungan pertama. Kekalahan pertamanya baru terjadi pada 2013 ketika menghadapi Floyd Mayweather Jr, yang menang melalui keputusan mayoritas juri.
Setelah itu, Canelo kembali mendominasi dunia tinju dengan meraih gelar juara dunia di empat divisi berbeda. Namun, perjalanan kariernya kembali mengalami hambatan saat kalah angka dari Dmitry Bivol pada 2022 dalam perebutan gelar kelas berat ringan.
Dua tahun kemudian, Canelo kembali menelan kekalahan ketika menghadapi Terence Crawford. Dalam laga tersebut, Crawford yang naik dua kelas berhasil mengalahkan Canelo melalui keputusan mutlak sekaligus merebut gelar dunia di kelas menengah super.
Dalam wawancara bersama CBS, Canelo mengaku telah melakukan persiapan fisik yang maksimal menjelang duel tersebut. Namun, ia menyadari ada satu aspek penting yang justru diabaikannya.
"Kadang kita tidak bisa mengendalikan hasil pertandingan. Meski sudah melakukan semuanya dengan benar, ada saja hal yang tidak berjalan sesuai rencana. Dari situ saya belajar bahwa saya sempat melupakan hal paling mendasar," kata Canelo.
Ia menegaskan masalah terbesar bukan terjadi selama latihan, melainkan saat memasuki pertandingan.
"Saya berlatih dengan baik, menjalani kamp latihan dengan benar, tetapi secara mental saya tidak benar benar hadir. Itulah yang saya pelajari. Kalau saya ingin terus bertarung, saya harus siap secara mental," ujarnya.
Petinju berusia 36 tahun itu juga mengaku masih menyimpan keinginan untuk membalas kekalahan dari Crawford. Menurutnya, setiap petinju selalu ingin mendapatkan kesempatan kedua ketika kalah dari lawan terbaik.
"Sebagai petinju, tentu kami selalu ingin membalas kekalahan. Crawford adalah petinju hebat dan saya tetap yakin bisa mengalahkannya," ujar Canelo.
Meski demikian, peluang duel ulang masih diragukan. Crawford telah mengumumkan pensiun beberapa bulan setelah kemenangan bersejarah atas Canelo sehingga belum ada tanda tanda ia akan kembali naik ring.
Sementara itu, Canelo Alvarez kini mengalihkan fokusnya ke pertarungan berikutnya. Ia dijadwalkan menantang juara dunia WBC kelas menengah super Christian Mbilli pada 31 Oktober di Riyadh, Arab Saudi. Duel tersebut menjadi kesempatan bagi Canelo untuk kembali membuktikan bahwa dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi dunia tinju.
Artikel Tag: saul canelo alvarez, Floyd Mayweather Jr, Canelo Álvarez, Terence Crawford, kelas berat ringan, Dmitry Bivol, Kelas Menengah Super, Christian Mbilli