Bos Mercedes Tolak Usulan FIA Ubah Aturan di Pertengahan Musim
Toto Wolff
Berita F1: Bos Mercedes, Toto Wolff, menentang wacana FIA mengubah regulasi di tengah kejuaraan berlangsung sebab hal tersebut berpotensi merusak dominasi Red Bull.
Seperti diketahui, FIA melakukan perubahan aturan pada pertengahan F1 2021 karena ingin menghentikan dominasi Mercedes. Setahun sebelumnya, pabrikan asal Jerman sendiri tak terkejar oleh para rivalnya karena ketangguhan mobil W11.
W11 bisa dibilang merupakan jet darat terbaik dalam sejarah karena meraih 16 dari total 17 pole position di musim 2020. Selain itu Lewis Hamilton juga sukses merebut gelar F1 ketujuhnya berkat mobil ini.
Namun perubahan di pertengahan musim 2021 membuat The Silver Arrows kewalahan karena masih memakai konsep low rake lainnya (lantai mobil rendah). Sementara itu Red Bull Racing dan pengguna konsep high rake (lantai mobil tinggi) diuntungkan. Pada akhirnya Max Verstappen mampu mengalahkan Hamilton sehingga gagal mendapat gelar juara kedelapannya.
Bos Mercedes, Toto Wolff, pun berharap Red Bull tak bernasib sama seperti timnya. Ia pun menentang FIA yang berencana mengubah aturan di pertengahan F1 2023.
“Saya pikir kami mungkin kehilangan kejuaraan pebalap 2021 karena berbagai alasan. Salah satunya adalah balapan terakhir. Kami juga rugi karena peraturan itu dibuat untuk mengurangi keuntungan yang kami miliki. Tahun 2020 adalah tahun yang sangat dominan bagi kami. Saya pikir itu adalah mobil terbaik yang pernah kami miliki,” ujar Wolff, dikutip dari Crash.
“Menjelang akhir musim mereka mengubah peraturan dengan memotong lantai, dan itu menghentikan kami. Anda dapat melihat hasilnya pada tahun 2021, kami tidak sekompetitif Red Bull, namun di Silverstone kami membuka lebih banyak potensi mobil dan membawa kami kembali ke kejuaraan,” jelas pria asal Austria itu.
“Tetapi pada masa lalu, peraturan-peraturan ini jelas-jelas ditargetkan untuk membangun kembali tatanan kekuasaan,” ia mengimbuhkan.
Wolff sendiri tidak mempermasalahkan dominasi Verstappen tahun ini, yang sudah memenangi 10 balapan secara beruntun. Oleh sebab itulah dirinya berupaya agar FIA tak melakukan hal serupa yang bisa merugikan Red Bull.
"Sebagai Team Principal, saya tidak ingin ikut-ikutan seperti yang pernah dilakukan orang lain di masa lalu, dengan mengatakan 'kita perlu mengubah peraturan karena kita tidak bisa melanjutkan dominasi sebuah tim'. Jika sebuah tim masuk cara mendominasi seperti yang dilakukan Max dengan Red Bull, lalu tindakan yang adil. Ini adalah meritokrasi," ungkapnya.
“Selama mematuhi regulasi, teknis, olah raga, dan finansial, Anda tinggal bilang bagus. Terserah kita untuk mengejarnya dan kalau itu butuh waktu lama, maka butuh waktu lama,” ia mengakhri.