Dean Zandbergen Gagal Bela Timnas Indonesia Karena Terhalang Regulasi FIFA
Dean Zandbergen gagal naturalisasi karena terhalang regulasi FIFA.
Berita Timnas - John Herdman mengungkapkan bahwa Dean Zandbergen tidak bisa memperkuat Timnas Indonesia karena garis keturunannya tidak memenuhi persyaratan FIFA. Striker Dinamo Bucuresti tersebut memiliki darah Indonesia dari jalur buyut, sementara persyaratan perpindahan federasi melalui jalur keturunan umumnya mengacu pada orang tua atau kakek dan nenek.
Dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.com pada Sabtu (17/10), Herdman mengaku sempat melakukan pendekatan intensif kepada Dean Zandbergen. Namun setelah melakukan penelusuran, timnya mengetahui bahwa sang striker tidak memenuhi kriteria yang diperlukan.
“Kami sempat dekat dengan Dean Zandbergen, tetapi garis keturunannya tidak memenuhi syarat karena berasal dari buyutnya,” ujar Herdman.
Menurut pelatih asal Inggris itu, pencarian penyerang baru untuk Skuad Garuda tidak cukup hanya mempertimbangkan kemampuan di lapangan. Tim pelatih juga harus memeriksa latar belakang dan kelayakan setiap calon pemain sebelum melanjutkan proses.
Herdman menegaskan bahwa Timnas Indonesia masih membutuhkan tambahan penyerang. Ia pun berkomitmen untuk terus mencari pemain yang memenuhi persyaratan dan bersedia berkontribusi bagi negara.
“Saya sungguh percaya kami akan terus bekerja keras untuk mencoba menaturalisasi beberapa pemain yang ingin berkontribusi serta tinggal di negara ini,” katanya.
Selain jalur keturunan, Herdman juga menyoroti tantangan naturalisasi melalui jalur domisili. Menurutnya, persyaratan yang berlaku di Indonesia cukup menantang karena keberadaan pemain di luar negeri dapat memengaruhi proses pemenuhan ketentuan tinggal.
Ia menilai proses tersebut tidak sesederhana yang berlaku di sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Meski begitu, Herdman memahami bahwa aturan tersebut juga bertujuan melindungi kepentingan pemain lokal.
Bagi Herdman, target lolos ke Piala Dunia 2030 bukan sekadar mengejar prestasi. Ia berharap pencapaian tersebut dapat mengubah pola pikir generasi muda Indonesia dan membuka lebih banyak kesempatan bagi pemain lokal untuk berkarier di Eropa.
Herdman mencontohkan pengalamannya melihat perkembangan sepak bola Kanada dan Selandia Baru setelah tampil di Piala Dunia. Menurutnya, keberhasilan menembus turnamen tersebut dapat meningkatkan keyakinan pemain muda bahwa berkarier di level tertinggi merupakan sesuatu yang mungkin dicapai.
Karena itu, ia bersama Direktur Teknik PSSI Alex Zwiers dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir ingin mendorong perkembangan generasi pemain Indonesia. Herdman meyakini keberhasilan lolos ke Piala Dunia bisa menjadi momentum penting untuk memperluas peluang pemain lokal di panggung internasional.
Artikel Tag: PSSI, FIFA, Timnas Indonesia, John Herdman