Federica Brignone dan Sofia Goggia Absen pada Awal Musim Piala Dunia Ski
Federica Brignone (kiri) dan Sofia Goggia. (Foto: AP)
Dua atlet ski andalan Italia, Federica Brignone dan Sofia Goggia, dipastikan absen pada seri pembuka Piala Dunia Ski di Sölden, Austria, pada 24 Oktober.
Keduanya masih menjalani pemulihan dan belum dapat memastikan kapan akan kembali berkompetisi pada musim ini.
Federica Brignone menjadi sorotan setelah meraih dua medali emas Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina pada Februari lalu di nomor super-G dan slalom raksasa, hanya 10 bulan setelah mengalami patah tulang di beberapa bagian kaki kirinya.
Namun, atlet berusia 36 tahun itu kembali menjalani operasi pada akhir Agustus untuk mengangkat pelat logam dan sekrup dari kakinya akibat rasa sakit dan ketidaknyamanan yang terus berlanjut.
Federica Brignone mengatakan operasi tersebut diperlukan agar ia dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
Kini, ia kembali menjalani fisioterapi setiap hari dan mengaku merasakan perkembangan positif dalam pemulihannya.
“Saya sama sekali belum tahu kapan akan kembali. Saya bahkan belum benar-benar bermain ski sejak Februari. Saya sempat dua hari di gletser pada Juli, tetapi itu bahkan tidak bisa saya sebut bermain ski. Saya sangat kesulitan,” kata Brignone, Jumat.
Menurutnya, target pertama saat ini adalah kembali mengenakan sepatu ski dan mencoba meluncur di lintasan.
Setelah itu, ia berharap dapat mengetahui kapan bisa kembali berlomba atau setidaknya menjalani latihan serius.
Sementara itu, Sofia Goggia menghadapi masalah kesehatan setelah mengalami dua infeksi virus sejak mengikuti pemusatan latihan di Argentina.
Kondisi tersebut memengaruhi sistem sarafnya hingga menyebabkan rasa sakit hebat dan membuatnya terkadang kesulitan berbicara maupun menuruni tangga.
Peraih medali perunggu nomor downhill Olimpiade Milan-Cortina itu mengaku sempat ketakutan akibat rasa sakit yang tidak dapat dijelaskan, bahkan ketika beristirahat pada malam hari.
“Saya sangat takut ketika mengalami rasa sakit yang luar biasa tanpa memahami penyebabnya. Setelah kembali ke Italia, tubuh saya terasa sangat lemah. Saya kesulitan menaiki tangga dan bergerak dengan normal. Saya tahu ada sesuatu yang tidak beres, tetapi pemeriksaan awal setidaknya menyingkirkan kemungkinan masalah serius,” ujar Goggia.
Sofia Goggia merupakan spesialis nomor kecepatan yang telah memenangi empat gelar Piala Dunia downhill dan berstatus juara bertahan super-G.
Musim ini dimulai dengan tujuh lomba teknis, sebelum rangkaian nomor kecepatan berlangsung di Amerika Utara.
Lomba downhill dan super-G pertama dijadwalkan pada 11–13 Desember di Beaver Creek, Colorado.
Kedua atlet Italia itu berencana menjalani latihan di Copper Mountain, Amerika Serikat, untuk mempersiapkan kelanjutan musim.
Federica Brignone hampir pasti melewatkan rangkaian lomba Amerika Utara, sedangkan Sofia Goggia berharap dapat kembali bertanding pada periode tersebut.
Ia baru mulai berlatih pekan lalu setelah dua pekan bolak-balik ke rumah sakit dalam kondisi lemah dan masih mengalami gejala infeksi.
Goggia mengatakan prioritasnya sekarang adalah memulihkan kejernihan berpikir, koordinasi, dan kesiapan mental hingga sistem sarafnya kembali normal.
Meski masih merasakan dampak sisa infeksi, ia mengaku telah mengalami kemajuan besar.