☰
Kanal
✕

Emil Audero Ceritakan Pengalamannya Bela Juventus dan Inter Milan

Penulis: Abdi Ardiansyah
17 Okt 2026, 14:38 WIB

Emil Audero saat memperkuat Inter Milan

Berita Timnas - Emil Audero mengungkap perbedaan Juventus dan Inter Milan berdasarkan pengalamannya membela kedua klub raksasa Italia tersebut. Kiper Timnas Indonesia itu juga mengenang peran Massimiliano Allegri serta menceritakan kekecewaannya setelah gagal melanjutkan karier bersama Inter dan batal kembali ke Juventus.

Emil Audero mengungkapkan kisahnya dalam wawancara bersama jurnalis Italia, Gianluca Di Marzio. Ia juga mengenang pelatih Massimiliano Allegri dan mengungkap peluang yang sempat membawanya kembali ke Juventus.

Emil memulai perjalanan profesionalnya di Juventus setelah bergabung dengan akademi klub pada 2008. Ia mencatatkan satu penampilan di Serie A bersama Bianconeri dan menjadi bagian dari skuad yang meraih tiga gelar liga, tiga trofi Coppa Italia, serta satu Supercoppa Italiana.

"Saya beruntung bisa menjalani debut bersama tim Juventus yang hebat. Dulu, berlatih bersama mereka setiap hari terasa biasa saja bagi saya. Baru sekarang saya benar-benar memahami kualitas para pemain itu," ujar Emil.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Allegri, yang pernah membimbingnya di Turin. Menurut Emil, pelatih tersebut memiliki kemampuan istimewa dalam mengelola pemain dan membangun hubungan dengan para pemain berkualitas.

Setelah meninggalkan Juventus, Emil memperkuat sejumlah klub sebelum bergabung dengan Inter Milan pada musim 2023/2024. Meski menjadi pelapis Yann Sommer, ia mendapat kesempatan tampil dalam empat pertandingan Serie A dan satu laga Liga Champions.

Emil turut merasakan gelar scudetto dan Supercoppa Italiana bersama Nerazzurri. Ia juga memiliki hubungan baik dengan sejumlah pemain, termasuk Nicolo Barella, Federico Dimarco, dan Alessandro Bastoni yang telah dikenalnya sejak kelompok usia muda.

"Saya sebenarnya ingin lanjut, tetapi merasa situasinya tidak akan mengarah ke sana. Saya kecewa karena sangat bahagia di sana, tetapi itu adalah keputusan klub," kata Emil.

Saat membandingkan kedua klub, Emil menilai Juventus memiliki pemain-pemain dengan kualitas individu yang menonjol. Sebaliknya Inter meninggalkan kesan melalui kekompakan dan pola permainan kolektif.

"Secara individu, Juventus lebih unggul, tetapi sebagai tim, Inter yang lebih baik," tuturnya.

Emil bahkan menyebut Inter memainkan sepak bola terbaik yang pernah disaksikannya. Menurutnya, kekuatan tim juga didukung hubungan erat antarpemain di ruang ganti.

Emil sempat masuk pertimbangan Juventus untuk kembali pada bursa transfer musim panas tahun lalu, tetapi kesepakatan tidak tercapai. Ia kemudian melanjutkan karier bersama Cremonese sebelum dipinjamkan ke Rayo Vallecano di Spanyol.

Bersama klub tersebut, Emil mendapat kesempatan melanjutkan kiprahnya di kompetisi Spanyol setelah menjalani pengalaman bersama sejumlah klub besar Italia.

Artikel Tag: Juventus, Inter Milan, Timnas Indonesia, emil audero

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru