☰
Kanal
✕

Anthony Joshua Ubah Pendekatan Bertinju Usai Nyaris Kalah dari Prenga

Penulis: Hanif Rusli
13 Okt 2026, 20:29 WIB

Anthony Joshua (kiri) berhasil bangkit dan menghentikan Prenga pada ronde kedua melalui kombinasi pukulan yang diakhiri pukulan tangan kanan keras. (Foto: Fight TV)

Anthony Joshua memetik pelajaran penting dari pertarungan melawan Kristian Prenga pada Juli lalu, yakni bahwa serangan bisa menjadi pertahanan terbaik dalam tinju kelas berat.

Prinsip tersebut ingin diterapkannya saat menghadapi Tyson Fury pada 11 Desember di Principality Stadium, Cardiff, Wales.

Duel dua mantan juara dunia kelas berat dua kali itu akan menjadi tajuk utama ajang The Ring yang disiarkan melalui Netflix.

Pertemuan yang telah dinantikan selama sekitar satu dekade tersebut sempat terancam setelah Joshua mengalami kesulitan dalam pertarungan pemanasannya di Arab Saudi.

Pada 24 Juli, Fury (36-2-1, 25 KO) menjalani pertarungan pemanasan di Thailand dan menang melalui penghentian atas petinju veteran Mariusz Wach.

Sehari kemudian, Joshua (30-4, 27 KO) justru mengalami awal pertandingan yang mengejutkan ketika dua kali dijatuhkan oleh Prenga, petinju yang tidak banyak diperhitungkan.

Joshua berhasil bangkit dan menghentikan Prenga pada ronde kedua melalui kombinasi pukulan yang diakhiri pukulan tangan kanan keras.

Namun, pengalaman tersebut membuatnya mengevaluasi kembali pendekatan bertinjunya setelah sempat mengalami kecelakaan mobil fatal pada Desember sebelumnya.

“Pertarungan melawan Prenga menyadarkan saya. Saya kembali memahami prinsip bahwa tinju bukan sekadar olahraga, melainkan pertarungan. Jangan pernah melupakan hal itu,” kata Joshua kepada Mike Coppinger dari The Ring.

Menurut Anthony Joshua, strategi tetap penting, tetapi seorang petinju juga harus siap menghadapi situasi yang tidak terduga.

Ia menilai seharusnya dapat menerapkan serangan yang akhirnya menghasilkan kemenangan pada ronde kedua sejak awal pertandingan.

“Strategi itu bagus, tetapi pada saat seperti itu, Anda harus siap menghadapi apa pun. Pengalaman melawan Prenga membuat saya sadar bahwa jika saya bisa melakukan pada ronde kedua apa yang saya lakukan saat itu, saya seharusnya bisa melakukannya lebih awal,” ujarnya.

Dalam pertarungan tersebut, Prenga menjatuhkan Joshua dengan pukulan uppercut kanan keras dalam 20 detik pertama.

Joshua sempat berusaha membalas dengan kondisi kaki yang belum stabil, tetapi kembali terjatuh menjelang akhir ronde pertama.

Setelah memulihkan diri, Joshua mengakhiri duel pada ronde kedua melalui serangkaian pukulan yang menegaskan kebangkitannya.

Meski demikian, ia menyadari bahwa pendekatan serupa tidak mudah diterapkan melawan Fury, yang memiliki pengalaman dan kemampuan berbeda dibandingkan Prenga.

Anthony Joshua mengaku sebelumnya banyak mempelajari gaya bertarung Terence Crawford dan Shakur Stevenson, termasuk pentingnya pertahanan.

Namun, ia kini menilai pendekatan tersebut perlu disesuaikan dengan karakteristik tinju kelas berat.

“Saya masuk ke pertarungan melawan Prenga dengan pikiran bahwa ini baru ronde pertama dan saya akan mengikis pertahanannya secara bertahap. Saya banyak menonton Crawford dan Stevenson, dan berpikir bahwa saya harus melatih pertahanan,” kata Joshua.

“Namun, dalam tinju kelas berat, serangan adalah pertahanan terbaik Anda. Saya tidak bisa masuk ke ring dengan pikiran akan mengurai kemampuan lawan sepanjang beberapa ronde. Jika memungkinkan, saya akan menghabisinya pada ronde pertama,” ujarnya.

Pendekatan agresif itu akan menjadi salah satu kunci Joshua saat menghadapi Fury.

Ia berharap pelajaran dari pertarungan melawan Prenga membantunya tampil lebih siap dan tidak memberi lawan kesempatan untuk mengambil kendali sejak awal.

Artikel Tag: Tyson Fury, Anthony Joshua

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru