Pemanasan Dengan Federer Jadi Pengalaman Berharga Bagi Musetti

Penulis: Dian Megane
Kamis 07 Jan 2021, 11:27 WIB
Lorenzo Musetti sangat senang bisa pemanasan dengan Roger Federer di Australian Open 2020

Lorenzo Musetti ketika tampil di Italian Open 2020

Berita Tenis: Roger Federer bukan hanya petenis favorit Lorenzo Musetti, tetapi ia juga menjadi sosok yang paling dikagumi petenis berusia 18 tahun tersebut.

Oleh karena itu, tidak mengejutkan ketika petenis berkebangsaan Italia memilih pemanasan bersama Federer di Australian Open musim 2020 menjadi momen yang akan paling diingat dan penuh emosional di sepanjang kariernya sampai saat ini.

Petenis berusia 18 tahun melewati musim 2020 yang cukup impresif dan mengakhiri musim tersebut dengan menghuni peringkat 129 dunia. Ia mengklaim kemenangan atas petenis kenamaan dunia, Stan Wawrinka dan Kei Nishikori demi melaju ke babak ketiga turnamen Masters 1000 yang digelar di rumahnya sendiri, Italian Open, Roma. Pencapaian tersebut menjadikannya petenis kelahiran tahun 2002 pertama yang mencatatkan kemenangan di undian utama turnamen ATP.

Ia lalu mengalahkan empat petenis peringkat 100 besar demi mengklaim gelar Challenger pertamanya di Italia sebelum melaju ke semifinal Sardegna Open.

Namun, menurut petenis peringkat 129 dunia, pemanasan bersama Roger Federer di Australian Open tetap menjadi hal menonjol di sepanjang kariernya sampai saat ini.

Petenis berkebangsaan Italia membicarakan tentang Federer dalam wawancara baru-baru ini dengan Corriere Della Serra setelah ditanya tentang emosi paling intens yang pernah ia alami sampai saat ini.

“Pemanasan dengan Roger Federer di Australian Open musim lalu. Sambil memasuki lapangan, ia mengatakan, ‘Hai, saya Roger’. Saya mulai bermain tenis karena sebagai seorang anak, saya melihatnya di televisi dengan berpakaian putih di atas lapangan hijau Wimbledon,” jawab Musetti.

Petenis peringkat 129 dunia merupakan salah satu petenis Italia remaja, bersama petenis berusia 19 tahun, Jannik Sinner yang mulai mencuri perhatian dalam beberapa waktu terakhir.

Mengenai rekan senegaranya, Sinner, Musetti menuturkan, “Jannik berada tiga langkah di depan saya. Saya berterima kasih atas pujiannya, tetapi kini ia jauh lebih kuat.”

“Dengan dirinya menjadi pusat perhatian, ia sangat menolong saya. Di Roma, saya merasa lebih lelah karena melakukan wawancara dibandingkan setelah mengalahkan Wawrinka.”

Baik Musetti mau pun Sinner sama-sama berbakat, tetapi dengan cara yang sangat berbeda. Sementara Sinner mahir mengembalikan bola saat melambung dan menghasilkan tenaga tanpa usaha, Musetti lebih baik dikenal dengan variasi dan sentuhannya yang cekatan.

Artikel Tag: Tenis, Lorenzo Musetti, Roger Federer, Jannik Sinner

484  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini