Jo Wilfried Tsonga Bagikan Pengalaman Tentang Perlakuan Rasis

Penulis: Dian Megane
Selasa 02 Jun 2020, 16:48 WIB
Jo Wilfried Tsonga Bagikan Pengalaman Tentang Perlakuan Rasis

Jo Wilfried Tsonga

Berita Tenis: Jo Wilfried Tsonga menjadi atlet teranyar yang mengungkapkan perjuangan pribadi dengan perlakuan rasis seiring dengan mencuatnya sejumlah aksi massa di AS khususnya.

Insiden yang terjadi kepada George Floyd telah memunculkan banyak reaksi dari sejumlah figur kenamaan, tidak terkecuali dari dunia olahraga.

Mengenai hal tersebut, petenis berkebangsaan Perancis, Wilfried Tsonga menyatakan bahwa rasisme merupakan masalah di mana-mana sebelum ia membagikan pengalaman pribadinya.

“Tipe perilaku yang kita lihat secara berkala di AS, tetapi di skala yang lain, diulang secara terus menerus di seluruh penjuru dunia, dan tidak tertahankan bagi saya,” ungkap Wilfried Tsonga.

“Peristiwa semacam itu menghilangkan hati nurani dari semua hal dan memperlihatkan bagaimana perlunya sebuah perubahan. Tidak diterimanya perbedaan dan rasisme, begitupun dengan isu lain, seperti seksualitas, agama, atau orientasi seksual, terus digunakan sebagai alasan untuk melakukan kekejaman.”

Ketika tumbuh berkembang, Wilfried Tsonga mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan karena ia setengah keturunan. Ibunya berkulit putih dan ayahnya berkulit hitam. Masalah yang ia alami terjadi baik ketika di sekolah maupun di luar sekolah. Tsonga lahir di Le Mans, Perancis, yang terkenal dengan balapan yang digelar setiap tahunnya, 24-hour Motor.

“Sejak saya masih anak-anak, saya secara reguler mengalami diskriminasi rasial dan menerima komentar yang tidak pantas,” aku Wilfried Tsonga.

“Saya satu-satunya setengah keturunan di sekolah dasar saya, jadi, anda bisa membayangkan apa yang terjadi. Mereka semua memberi julukan, menghina, dan saya harus menanggungnya. Ketika saya masih remaja, saya terus-menerus dihentikan di jalan untuk menanyakan surat-surat saya, orang-orang yang bertemu saya menutupi tas mereka seakan mereka ketakutan bahwa saya akan mencuri dari mereka, dan mereka bahkan tidak membiarkan saya lewat di beberapa tempat ketika saya pergi dengan teman saya.”

Sementara saat ini Perancis telah berkembang menjadi negara yang lebih toleran seperti banyak negara lain, insiden yang terjadi kepada Floyd membuktikan bahwa masih banyak hal yang diperlukan untuk dilakukan. Bagi Wilfried Tsonga, ia berharap anak laki-lakinya yang lahir tahun 2017 tidak akan melalui hal yang sama seperti dirinya.

“Masih ada banyak orang yang membuat komentar menyerang tanpa menyadarinya, karena diskriminasi telah mendarah daging. Ada banyak kata yang bisa sangat menyakiti. Saya melalui masa yang berat untuk menemukan tempat dan identitas saya. Saya hanya berharap anak laki-laki saya tidak merasa seperti orang aneh ke manapun ia pergi,” tukas Wilfried Tsonga.

Artikel Tag: Tenis, Jo Wilfried Tsonga

279  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini