Dituding Shin Tae-yong Indisipliner, Indra Sjafri Ungkap Hal ini

Penulis: Dayat Huri
Sabtu 20 Jun 2020, 18:45 WIB
Dituding Shin Tae-yong Indisipliner, Indra Sjafri Ungkap Hal ini

Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri/foto dok pssi

Berita Timnas Indonesia: Dituding Shin Tae-yong indispliner, Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri mengaku heran dengan sikap pelatih asal Korea Selatan itu. Ia tak mengetahui alasan yang membuat Shin Tae-yong terus mempermasalahkan keberadaannya dengan berbagai alasan yang terkesan dibuat-buat.

Terkait dirinya yang sempat masuk dalam jajaran kepelatihan timnas Indonesia, Indra mengaku sudah mendapat persetujuan dari yang bersangkutan pada Desember 2019 lalu.

Ia mengaku bertemu Shin Tae Yong di Hotel Mulia, Jakarta. Saat itu, Selesai Mengikuti SEA Games di Manila, Indra diminta PSSI mendampingi Shin, karena memang dalam kontrak dipersyaratkan ada pelatih lokal di timnas, agar nantinya ada transformasi ilmu kepelatihan.

"Shin setuju saya menjadi salah satu bagian tim kepelatihan timnas. Bahkan saat saya meminta tambahan satu nama pelatih lokal lagi, yang kemudian saya rekomendasikan Nova Arianto, dia juga setuju," papar Indra.

Selanjutnya, Shin Tae-yong bersama Indra Sjafri, Nova Arianto, Gong Oh Kyun dan tiga pelatih lain dari Korsel kemudian memimpin Training Centre (TC) Timnas U-19 di Cikarang, Jawa Barat yang dimulai sejak 13 Januari 2020 dan diikuti 52 pemain. Jumlah 52 pemain itu lalu dipangkas menjadi 28 pemain U-19 yang menjalani pemusatan latihan di Chiang Mai, Thailand, sejak 21 Januari – 1 Februari 2020.

"Selama waktu itu, tidak pernah satu detikpun saya tidak mendampinggi Timnas U-19. Semua kegiatan saya ikuti, berlatih bersama dan menyemangati para pemain," tutur Indra.

Permasalahan bermulai ketika kepulangan tim dari Thailand pada 1 Februari 2020. Ketika itu Indra meminta izin kepada staf timnas untuk meninggalkan tim terlebih dahulu karena akan menghadiri resepsi pernikahan anak Rahmad Darmawan, koleganya sesama pelatih nasional.

Dikatakannya, ia sempat menunggu Shin Tae-yong menyelesaikan proses imigrasi. Tapi karena Shin tak kunjung keluar, Indra pun minta izin kepada dua staf timnas untuk pergi dulu menghadiri resepsi Coach RD, sapaan akrab pelatih Madura United itu.

"Bagi orang dengan adat ketimuran seperti kita, datang ke acara seperti ini sangat penting sebagai bagian menghormati undangan dari kolega atau sahabat yang sudah dianggap sebagai kerabat," kisahnya.

Selanjutnya, pada Senin, 3 Februari 2020 di Kantor PSSI, Shin memimpin rapat evaluasi TC timnas U-19, termasuk menentukan nama-nama pemain untuk TC timnas senior di bulan yang sama.

Kala itu, Indra sempat mendengar kabar bahwa Shin marah karena kepergiannya lebih awal di hari Sabtu malam. Merasa tak enak, Indra menyampaikan permohonan maaf kepada sang pelatih kepala.

"Saya meminta maaf langsung kepada Shin atas kejadian itu, yang diterjemahkan oleh Yoo Jae Hoon, mantan kiper Persipura yang menjadi salah satu ahli bahasanya,"kata Indra.

Namun, saat rapat dimulai, Shin Tae Yong menegaskan bahwa Indra Sjafri tak boleh lagi ada di ruangan. Nama Indra pun tak tercantum dalam susunan tim yang dipersiapkan untuk mengikuti pelatnas timnas senior di Jakarta.

"Shin minta saya keluar ruangan. Saya pun ikuti permintaannya. Saya ke luar ruangan dan merenung di sana," urainya.

Indra menerima perlakuan Shin yang mengusirnya dari ruangan rapat Kantor PSSI, meski ia sudah minta maaf secara baik-baik.

"Jadi tidak benar kalau saya dikatakan tidak mendampingi dirinya sejak awal perkenalan di Hotel Mulia, lalu disebut mangkir dan juga tidak pernah meminta maaf. Bohong semua itu," jelasnya.

Artikel Tag: timnas Indonesia, Shin Tae-Yong, Indra Sjafri, PSSI

597  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini