Agum Gumelar Dukung Kapolri Untuk Usut Match Fixing

Penulis: Dhimas
Jumat 26 Jun 2015, 14:28 WIB
Agum Gumelar Dukung Kapolri Untuk Usut Match Fixing

Agum Gumelar menyarankan kepada Menpora, Imam Nahrawi untuk tidak melakukan cara kekuasaannya dalam sepak bola nasional

Ligaolahraga.com -

ligaolahraga.com – Mantan Ketua Umum PSSI periode 1999-2003, Agum Gumelar menyarankan kepada  Menpora, Imam Nahrawi untuk tidak melakukan cara kekuasaannya dalam sepak bola nasional. Hal ini setelah Agum melihat kondisi sepak bola Indonesia yang saat ini sedang terpuruk karena masih dalam sanksi FIFA.

 

"Menpora lebih pas melakukan pendekatan dengan memberdayakan, melayani, dan memfasilitasi kegiatan sepak bola. Cara-cara kekuasaan sudah tidak ada lagi di Indonesia. Saat ini sudah tidak ada pendekatan dengan cara kekuasaan,” ujar Agum Gumelar memberikan pernyataan sikap di kantor PSSI kemarin (25/6) malam.

 

Ketua Dewan Kehormatan PSSI ini juga merasa prihatin dengan adanya tuduhan match fixing yang diarahkan ke Tim Nasional Indonesia U-23 saat berlaga di SEA Games 2015. Agum Gumelar pun angkat bicara perihal isu pengaturan skor tersebut,  serta memberikan dukungan kepada Kapolri untuk bisa mengusut tuntas jika benar ada pihak yang harus bertanggung jawab terkait pengaturan skor.

 

" Kasihan dan jangan tuduh para pemain yang sudah berjuang maksimal membela bangsa dan negara. Artinya, kemenangan harus kita syukuri, namun kalau kalah harus kita terima. Jangan lantas dituduh pengaturan skor, kasihan mereka itu," sambung Agum Gumelar.

 

"Kalau ada yang terlibat, siapapun dia. Baik Ketua Dewan Kehormatan PSSI, Ketua PSSI, manajer, pelatih pemain, kami akan tindak tegas. Sebaliknya, kalau tidak terbukti dan ini hanya isu. Saya juga meminta Kapolri mengusut tuntas pelempar isu. Tangkap mereka dan periksa latar belakang melemparkan isu tersebut," tegas purnawirawan Jenderal TNI ini.

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/agum-gumelar-dukung-kapolri-untuk-usut-match-fixing
553  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini