WBO Perintahkan Sang Juara Hamzah Sheeraz Hadapi Janibek Alimkhanuly
Hamzah Sheeraz (kiri) dan Janibek Alimkhanuly. (Foto: Fight TV)
Badan tinju dunia WBO memerintahkan juara kelas menengah super Hamzah Sheeraz untuk menghadapi mantan juara kelas menengah terpadu Janibek Alimkhanuly dalam pertarungan berikutnya.
Kedua petinju diberikan waktu 20 hari untuk mencapai kesepakatan. Jika negosiasi gagal, WBO akan menggelar proses purse bid untuk menentukan promotor yang berhak menangani pertarungan tersebut.
Hamzah Sheeraz (24-0-1, 19 KO) merebut gelar kelas 168 pound pada Mei dengan menghentikan Alem Begic pada ronde kedua.
Petinju Inggris itu kemudian mempertahankan gelarnya untuk pertama kali melalui kemenangan angka atas Simon Zachenhuber di Jeddah, Arab Saudi, pada Juli.
Sementara itu, Alimkhanuly (17-0, 12 KO) belum bertarung sejak April 2025.
Petinju asal Kazakhstan tersebut terakhir kali mempertahankan gelar IBF dan WBO kelas menengah sebelum menghadapi masalah di luar ring.
Pada Desember 2025, empat hari sebelum pertarungan melawan Erislandy Lara yang telah dijadwalkan, Alimkhanuly dinyatakan gagal dalam tes doping. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya meldonium.
Alimkhanuly membantah melakukan pelanggaran dan menegaskan komitmennya terhadap olahraga bersih.
WBO kemudian menjatuhkan skorsing selama satu tahun pada Februari, tetapi mengizinkannya tetap mempertahankan gelar organisasi tersebut.
Sebulan kemudian, IBF mencabut gelar Alimkhanuly. Namun, WBO kini memastikan bahwa masa skorsingnya telah dihentikan sejak 10 Juli sehingga ia kembali diperbolehkan bertarung.
"Alimkhanuly sepenuhnya bekerja sama dengan proses investigasi dan administratif WBO sebelum skorsingnya," demikian isi surat WBO tertanggal 7 Agustus.
WBO juga menyatakan Alimkhanuly menyerahkan dokumen medis serta informasi yang diperlukan sebagai bagian dari pembelaannya.
Komite mempertimbangkan bahwa pelanggaran tersebut merupakan kasus pertama dalam kariernya dan ia sebelumnya tidak pernah gagal dalam tes antidoping ataupun melanggar peraturan WBO.
Meski demikian, WBO menegaskan bahwa mereka tidak menganggap remeh pelanggaran antidoping tersebut.
Keputusan WBO sekaligus mengubah rencana penantang wajib Sheeraz. Jacob Bank sebelumnya mendorong agar dirinya mendapatkan kesempatan tersebut setelah memenangkan pertarungan pada kartu yang sama dengan Sheeraz bulan lalu.
Bank (20-0, 11 KO), petinju Denmark, bahkan sempat terlihat berpeluang menghadapi Sheeraz berikutnya. Namun, WBO akhirnya memilih Alimkhanuly setelah mencabut status skorsingnya.
Pertarungan Hamzah Sheeraz melawan Alimkhanuly akan mempertemukan dua petinju tak terkalahkan.
Bagi Alimkhanuly, duel tersebut juga menjadi kesempatan untuk kembali ke ring sekaligus membuktikan dirinya setelah lebih dari setahun tidak bertanding.
Sementara bagi Sheeraz, pertarungan itu akan menjadi ujian terbesar sejak naik ke kelas menengah super dan merebut gelar dunia.
Artikel Tag: WBO, Janibek Alimkhanuly, Hamzah Sheeraz