Tim Bradley Tegaskan Devin Haney Lebih Baik dari Ryan Garcia
Devin Haney
Berita Tinju - Devin Haney masih dianggap sebagai petinju terbaik di kelas welter oleh Tim Bradley. Mantan juara dunia dua divisi tersebut tidak mengubah penilaiannya meski Ryan Garcia baru saja menunjukkan performa impresif saat mempertahankan gelar WBC.
Garcia menghentikan Conor Benn hanya dalam dua ronde pada akhir pekan lalu. Kemenangan tersebut membuat Garcia semakin diperhitungkan dalam persaingan kelas 147 pound, terlebih setelah ia merebut gelar WBC dan mulai mengincar pertarungan unifikasi.
Namun, bagi Bradley, performa Garcia atas Benn belum cukup untuk menggusur Haney dari posisi yang menurutnya layak ditempati petinju berjuluk The Dream tersebut.
“Devin Haney adalah petinju kelas 147 pound terbaik saat ini. Dialah petinju terbaik di kelas welter, Devin ‘The Dream’ Haney. Bukan Ryan Garcia,” ujar Bradley melalui kanal YouTube miliknya.
Penilaian tersebut menarik karena Haney dan Garcia memiliki sejarah rivalitas yang cukup panjang. Keduanya pernah berhadapan pada April 2024 dalam pertarungan yang berlangsung sengit.
Garcia berhasil menjatuhkan Haney sebanyak tiga kali dan sempat meraih kemenangan melalui keputusan mayoritas. Namun, hasil tersebut kemudian diubah menjadi no contest setelah Garcia dinyatakan positif menggunakan ostarine, zat terlarang dalam olahraga tinju.
Dengan demikian, kemenangan Garcia tidak lagi tercatat sebagai bagian dari rekor profesionalnya. Sementara itu, Haney tetap melanjutkan kariernya dan kemudian naik ke kelas welter.
Haney berhasil merebut gelar WBO kelas welter setelah mengalahkan Brian Norman Jr pada November 2025. Kemenangan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam karier Haney setelah sebelumnya menjadi juara dunia di kelas ringan.
Performa Haney di kelas welter juga menjadi salah satu alasan Bradley tetap memberikan penilaian tinggi kepadanya. Menurut Bradley, Haney menunjukkan perkembangan ketika naik ke 147 pound dan mampu beradaptasi dengan tantangan dari kelas yang lebih besar.
Kini, Haney menjadi salah satu pusat persaingan gelar kelas welter bersama Garcia, Teofimo Lopez dan Liam Paro. Masing masing memiliki sabuk dunia sehingga persaingan menuju status juara tak terbantahkan semakin terbuka.
Garcia sendiri diperkirakan akan mengejar pertarungan unifikasi melawan Lopez setelah kemenangan atas Benn. Sementara itu, Haney disebut berpeluang mengarahkan perhatiannya kepada Paro.
Jika kedua rencana tersebut berjalan sesuai harapan, Garcia dan Haney berpotensi kembali bertemu setelah masing masing mengumpulkan lebih banyak gelar di kelas welter.
Pertemuan kedua mereka akan memiliki cerita berbeda dari duel pertama. Garcia dan Haney kini sama sama memiliki pengalaman di kelas 147 pound, sementara persaingan mereka juga semakin erat dengan perebutan gelar dunia sebagai taruhannya.
Bagi Bradley, untuk saat ini Devin Haney tetap menjadi nama yang harus dikalahkan jika seorang petinju ingin mengklaim dirinya sebagai yang terbaik di kelas welter.
Artikel Tag: Tim Bradley, kelas welter, Devin Haney, Ryan Garcia