Ryan Garner Tembus Ranking The Ring, Bidik Duel Perebutan Gelar Dunia
Meski belum bertanding lagi sejak Juli, Ryan Garner tetap berlatih disiplin sambil menunggu kesempatan besar berikutnya. (Foto: Fight TV)
Bintang kelas junior lightweight Inggris, Ryan Garner, mengaku sangat gembira setelah namanya resmi masuk dalam peringkat 10 besar versi The Ring di kelas 130 pound.
Petinju asal Southampton berusia 28 tahun itu kini semakin percaya diri menatap peluang merebut gelar juara dunia dan mencetak sejarah bagi kotanya.
Dalam dua tahun terakhir, karier Garner melesat tajam. Pada Juli lalu, ia menghentikan perlawanan Reece Bellotti dalam duel perebutan sabuk British, Commonwealth, dan European.
Kemenangan tersebut semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu prospek paling menjanjikan di divisi junior lightweight.
Ryan Garner (18-0, 9 KO) mengaku tak menyangka ketika pertama kali mengetahui dirinya masuk peringkat 10 besar The Ring.
Ia menemukan kabar tersebut secara tak sengaja saat membuka media sosial.
“Saya tidak percaya ketika melihatnya. Awalnya cuma kebetulan saja. Ada yang mengunggah soal peringkat 10 besar di Instagram, jadi saya cek apakah nama saya masuk 20 besar atau tidak. Ternyata saya nomor 10 versi The Ring. Rasanya seperti mimpi. Saya benar-benar senang,” ujar Garner.
Menurutnya, pencapaian itu menjadi bukti bahwa kerja kerasnya selama ini membuahkan hasil.
Meski belum bertanding lagi sejak Juli, ia tetap berlatih disiplin sambil menunggu kesempatan besar berikutnya.
Ryan Garner dijadwalkan tampil di partai pendukung duel perebutan gelar WBA junior lightweight antara Jazza Dickens melawan Anthony Cacace pada 14 Maret mendatang.
Banyak pihak meyakini bahwa Garner sedang dipersiapkan untuk menghadapi pemenang laga tersebut dalam pertarungan besar yang direncanakan berlangsung di St Mary’s Stadium, Southampton, musim panas ini.
Meski peluang emas sudah di depan mata, Garner menegaskan dirinya tak ingin lengah.
Ia memulai karier profesional pada usia 18 tahun dengan reputasi talenta luar biasa.
Perjalanannya sempat mengalami pasang surut di awal usia 20-an, namun ia tetap mempertahankan rekor tak terkalahkan dan bangkit lebih kuat setelah kembali fokus penuh pada tinju.
Seiring meningkatnya level lawan, performa Ryan Garner juga terus berkembang.
Ia merasa kini saatnya memanfaatkan momentum untuk meraih peluang yang dapat mengubah hidupnya, terutama demi masa depan keluarganya.
“Semua berjalan ke arah yang tepat. Mudah-mudahan setelah ini saya mendapat pertarungan besar yang bisa mengamankan kondisi finansial keluarga saya. Tapi yang paling penting, saya ingin menjadi juara dunia. Saya bisa jadi orang pertama dari Southampton yang melakukannya,” tegasnya.
Dengan status juara British, Commonwealth, dan Eropa yang sudah dikantongi, target berikutnya jelas: sabuk juara dunia dan laga-laga yang lebih besar lagi.
Artikel Tag: Anthony Cacace