Hayato Tsutsumi Pantau Duel Dickens vs Cacace untuk Perebutan Gelar
Hayato Tsutsumi menargetkan dapat kembali bertarung sekitar Mei mendatang. (Foto: Fight TV)
Petinju Jepang, Hayato Tsutsumi, menargetkan kembali naik ring pada Mei mendatang setelah pulih dari cedera yang memaksanya menunda peluang perebutan gelar dunia.
Tsutsumi sebelumnya dijadwalkan menghadapi petinju Inggris, Jazza Dickens, dalam perebutan gelar kelas junior ringan versi World Boxing Association pada ajang The Ring V: Night of the Samurai yang direncanakan berlangsung 27 Desember lalu.
Namun rencana tersebut batal setelah Tsutsumi mengalami cedera patah tulang orbital saat menjalani sesi latihan sekitar 10 hari sebelum pertarungan.
Petinju berusia 26 tahun itu mengaku sangat kecewa karena laga tersebut seharusnya menjadi kesempatan pertamanya merebut gelar juara dunia.
“Ini seharusnya menjadi pertarungan gelar dunia pertama saya, jadi saya sangat termotivasi dan sudah mempersiapkan diri dengan baik,” kata Hayato Tsutsumi dalam wawancara dengan The Ring melalui penerjemah.
Ia mengatakan sempat merasa terpukul setelah cedera tersebut memaksanya mundur dari pertarungan penting itu.
Menurut Tsutsumi, beberapa hari setelah kejadian tersebut ia merasa pikirannya kosong dan menyesal kepada tim pelatih, keluarga, promotor, serta para penggemar yang telah memberikan dukungan.
Meski demikian, Hayato Tsutsumi memastikan proses pemulihannya berjalan baik dan kini sudah kembali menjalani latihan.
Ia mengatakan telah memulai kembali latihan dasar dan berharap dapat kembali menjalani sesi sparring dalam waktu dekat.
Tsutsumi pun menargetkan dapat kembali bertarung sekitar Mei mendatang. Ia berharap dapat langsung menghadapi juara dunia, tetapi tidak keberatan jika harus menjalani laga pemanasan terlebih dahulu.
Sambil menunggu kesempatan kembali naik ring, Tsutsumi juga memantau perkembangan duel perebutan gelar kelas junior ringan WBA yang akan berlangsung akhir pekan ini.
Dalam laga tersebut, Dickens akan mempertahankan sabuk juara melawan mantan juara dunia kelas yang sama, Anthony Cacace, di Dublin.
Hayato Tsutsumi menilai pertarungan tersebut akan berlangsung menarik karena kedua petinju memiliki gaya bertarung yang berbeda.
Menurutnya, Dickens dikenal agresif dengan kekuatan pukulan yang berbahaya, sementara Cacace memiliki teknik bertarung yang seimbang serta kecerdasan membaca pertandingan di dalam ring.
Meski menilai peluang kemenangan terbuka bagi kedua petinju, Tsutsumi memprediksi Cacace memiliki peluang lebih besar untuk menang melalui keputusan angka.
Petinju dengan rekor delapan kemenangan tanpa kekalahan itu juga menegaskan ambisinya untuk menantang pemenang duel tersebut di masa depan.
Ia mengatakan yakin mampu mengalahkan siapa pun yang keluar sebagai juara dalam pertarungan tersebut.
Artikel Tag: Anthony Cacace