Mark Chamberlain Akui Tak Gentar Hadapi Pierce O'Leary di Dublin
Mark Chamberlain (kanan) dan Pierce O'Leary. (Foto: Fight TV)
Mark Chamberlain menegaskan bahwa keuntungan tampil di kandang sendiri tidak akan memberikan pengaruh besar bagi Pierce O'Leary saat keduanya bertemu dalam duel kelas welter junior pada 1 Agustus mendatang di 3Arena, Dublin.
Pertarungan antara dua petinju yang tengah menanjak itu sejatinya dijadwalkan berlangsung pada 14 Maret.
Namun, Mark Chamberlain terpaksa mengundurkan diri akibat infeksi dada serius yang mengganggu persiapannya.
Akibat kondisi tersebut, O'Leary sempat kehilangan lawan untuk laga yang telah lama dinantikan para penggemarnya di kampung halaman.
Situasi akhirnya terselamatkan setelah Maxi Hughes menerima tawaran bertarung dalam waktu singkat.
O'Leary kemudian tampil dominan dan menghentikan mantan penantang gelar dunia itu pada ronde kelima.
Meski mengakui O'Leary tampil baik dalam laga tersebut, Chamberlain menilai kemenangan itu tidak memberikan alasan baginya untuk merasa khawatir menjelang pertemuan mereka.
“Dia melakukan apa yang memang seharusnya dilakukan,” kata Chamberlain dalam konferensi pers peluncuran pertarungan.
“Penghargaan untuk Maxi karena menerima pertarungan dalam waktu singkat, tetapi Pierce melakukan tugasnya. Kita semua tahu Maxi adalah petinju kelas ringan dan secara fisik lebih kecil.”
Mark Chamberlain merupakan salah satu petinju yang mulai mendapat perhatian lebih luas setelah tampil impresif dalam sejumlah ajang Riyadh Season di Arab Saudi.
Penampilan tersebut membuat namanya semakin dikenal di kalangan penggemar tinju internasional.
Petinju kidal asal Portsmouth itu memiliki rekor profesional 17 kemenangan, satu kekalahan, dan satu hasil imbang, dengan 12 kemenangan diraih melalui knockout.
Salah satu laga yang paling dikenang dalam kariernya terjadi pada Agustus tahun lalu ketika ia menghadapi Jack Rafferty di kawasan Manchester.
Pertarungan sengit selama 12 ronde berakhir imbang dan menjadi salah satu ujian terberat yang pernah dihadapinya.
Kini fokus Mark Chamberlain sepenuhnya tertuju pada O'Leary, petinju tak terkalahkan asal Irlandia yang memiliki catatan 19 kemenangan, termasuk 11 kemenangan knockout.
O'Leary memiliki hubungan emosional yang kuat dengan arena pertandingan karena tumbuh hanya sekitar setengah mil dari 3Arena.
Ribuan pendukung diperkirakan akan memenuhi arena untuk memberikan dukungan kepada petinju berusia 25 tahun tersebut.
Meski demikian, Chamberlain menegaskan bahwa atmosfer kandang dan sorakan penonton tidak akan memengaruhi penampilannya di atas ring.
“Saya hanya perlu memastikan berlatih keras dan tampil sebaik mungkin pada malam pertandingan,” ujarnya.
“Tidak penting bahwa pertarungan ini berlangsung di Dublin atau di halaman belakangnya sendiri. Tekanan dari luar, komentar orang-orang, sorakan ataupun ejekan penonton tidak berarti apa-apa.”
Menurut Chamberlain, seluruh perhatian harus tertuju pada apa yang terjadi di dalam ring, bukan pada faktor-faktor eksternal yang mengelilingi pertandingan.
“Pada akhirnya hanya ada saya dan Pierce di atas ring. Apa pun yang dikatakan di luar arena tidak relevan,” katanya.
“Pada 1 Agustus nanti, hanya ada saya dan Pierce di dalam ring. Itulah satu-satunya hal yang perlu kami fokuskan.”
Pertarungan ini diperkirakan menjadi salah satu duel paling menarik di divisi welter junior musim panas ini.
Selain mempertaruhkan reputasi dua petinju yang sedang naik daun, kemenangan juga dapat membuka jalan menuju kesempatan menghadapi lawan-lawan elite di level yang lebih tinggi.
Artikel Tag: Maxi Hughes