Kanal

Louie O’Doherty Melaju Cepat Menuju Puncak Kelas Ringan Inggris

Penulis: Hanif Rusli
03 Feb 2026, 20:27 WIB

Dalam waktu hanya 11 pertarungan profesional, Louie O’Doherty berhasil mengoleksi seluruh gelar domestik utama di Inggris pada kelas ringan. (Foto: Fight TV)

Di saat banyak petinju modern membangun karier secara hati-hati dengan lawan pilihan dan perebutan gelar yang terkesan “diatur”, Louie O’Doherty justru mengambil jalur berbeda.

Petinju berusia 25 tahun asal Essex ini memilih pendekatan langsung dan berani, dan hasilnya sangat mencolok.

Dalam waktu hanya 11 pertarungan profesional, O’Doherty berhasil mengoleksi seluruh gelar domestik utama di Inggris pada kelas ringan, meski namanya belum sepenuhnya menjadi sorotan publik.

Perjalanan Louie O’Doherty menuju puncak dimulai dengan merebut gelar Southern Area, lalu berlanjut ke sabuk juara Inggris.

Puncaknya terjadi pada Oktober lalu ketika ia bertandang ke Skotlandia dan menghentikan petinju tuan rumah, Regan Glackin, pada ronde ke-10 dalam duel perebutan gelar British kelas 135 pound yang lowong.

Kemenangan tersebut melengkapi koleksi prestasi domestiknya dan menegaskan statusnya sebagai salah satu kekuatan baru di kelas ringan Inggris.

Prestasi itu terasa semakin istimewa mengingat latar belakang O’Doherty sebagai instruktur senam yang dikenal memiliki kondisi fisik luar biasa.

Ia menegaskan bahwa kesuksesan tersebut bukan kebetulan, melainkan hasil dari rencana yang disusun sejak awal karier profesionalnya.

Targetnya sederhana namun jelas: mengambil setiap peluang gelar yang datang tanpa terlalu memikirkan siapa lawannya.

Dengan rekor sempurna 11 kemenangan tanpa kekalahan (3 KO), O’Doherty kini berada di persimpangan penting.

Banyak juara Inggris sebelumnya mampu melangkah ke level Eropa, namun transisi dari Eropa ke level dunia dikenal jauh lebih berat.

Louie O’Doherty menyadari tantangan itu dan memilih bersikap realistis.

Alih-alih terburu-buru mengejar pertarungan besar, ia melihat sabuk British sebagai platform ideal untuk berkembang.

 Ia membuka kemungkinan mempertahankan gelar tersebut hingga tiga kali demi menambah jam terbang di laga 12 ronde dan memahami level persaingan tertinggi yang sedang ia hadapi.

Meski demikian, kepercayaan dirinya tetap tinggi. Jika kesempatan besar datang lebih cepat, ia tak menutup pintu.

Bagi O’Doherty, kunci utama adalah keseimbangan antara ambisi dan strategi. Dengan fondasi kuat yang sudah dibangun, masa depan petinju Essex ini di panggung internasional tampak menjanjikan.

Artikel Tag: Inggris

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru